Selasa, 29 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Ubah Lingkungan Kumuh Jadi Layak Dikunjungi Dengan Pertanian

Semangat Ketahanan Pangan Warga Neglasari di Masa Pandemi Covid-19

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Jumat, 19 Feb 2021 10:32 WIB
Rubrik Headline, Kota Tangerang, Metro Tangerang
Ubah Lingkungan Kumuh Jadi Layak Dikunjungi Dengan Pertanian

PANEN SAYUR: Sekretaris Kecamatan Neglasari Edih (paling kanan) dan Ketua KWT Kampung Tangga Asem Yazu (ketiga dari kiri) bersama warga seusai memanen sayur di Kelurahan Mekarsari, Kamis (18/2). (IRFAN MAULANA/SATELI`T NEWS)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.ID, NEGLASARI–Sebagian wilayah di Kecamatan Neglasari Kota Tangerang terkenal kumuh. Apalagi, di kecamatan itu, terdapat tempat pembuangan akhir (TPA) Rawa Kucing yang merupakan lokasi penampungan sampah bagi seluruh warga kota seribu industri sejuta jasa itu. Kendati demikian, perlahan tapi pasti, masyarakat Neglasari ingin mengubah stigma itu melalui program ketahanan pangan dan kelompok wanita tani.

Tanpa banyak gembar-gembor, warga Neglasari bekerja keras menyulap wilayahnya menjadi lebih indah sekaligus tangguh. Melalui program ketahanan pangan, warga telah membuat 17 lumbung pangan yang telah berdiri di setiap wilayah Kecamatan Neglasari.

Salah satunya adalah kampung wisata dan rumah bibit yang berlokasi di Tangga Asem, RT 01 RW 05, Kelurahan Mekar Sari. Di lokasi itu, warga berhasil memanfaatkan lahan seluas 1.300 meter yang dahulunya digunakan untuk menumpuk sampah menjadi lokasi pembibitan tanaman.

Tak hanya menyulap lahan, keberadaan kampung wisata dan rumah bibit juga berhasil menumbuhkan kesadaran masyarakat setempat untuk hidup lebih baik. Dulunya, warga abai dengan kondisi kumuh di lingkungan tersebut. Sampah dibiarkan menumpuk. Namun saat ini, warga sadar dan mulai gotong royong menjadikan lahan itu layak dikunjungi dengan pertanian.

“Dahulu tempat ini sangat kumuh. Sampah dimana-mana bau dan kumuh. Alhamdulillah sekarang warga mulai sadar dan mereka semangat membangun ketahanan pangan,” ujar Sekretaris Camat Neglasari, Edih kepada Satelit News, Kamis, (18/2).

Lokasi tersebut kini nampak elok dengan ditanami berbagai macam tanaman pangan dan budidaya ikan. Terlebih, lokasinya yang tepat berada di bantaran aliran sungai Cisadane membuat suasana tambah asri. Ditambah dengan pemandangan bendungan pintu air 10.

Baca Juga: Tiga Proyek Peningkatan Fasilitas TPA Rawa Kucing Mulai Direalisasikan

Di kampung wisata dan rumah bibit juga terdapat gazebo yang bisa digunakan pengunjung untuk bersantai ria. Fasilitasnya pun cukup lengkap dengan adanya toilet.

Edih mengatakan upaya masyarakat dalam mengubah stigma lingkungan kumuh ini dilakukan secara mandiri. Untuk di kampung wisata dan rumah bibit ini warga mulai gotong royong sejak 10 Januari lalu. Anggaran yang didapat masyarakat kata Edih berasal dari patungan.

BeritaTerbaru

RAZIA : Penyidik Polda Banten, melakukan razia ke lokasi yang diduga menjadi tempat kencingan BBM jenis solar. (ISTIMEWA)

Razia Kencingan Solar Diintensifkan, Tim Polda Banten Temukan Drum dan Jerigen Kosong

Selasa, 29 Sep 2026 11:14 WIB
Fraksi Demokrat Setujui Perubahan APBD Kabupaten Tangerang 2026, Soroti SiLPA hingga Banjir

Fraksi Demokrat Setujui Perubahan APBD Kabupaten Tangerang 2026, Soroti SiLPA hingga Banjir

Senin, 28 Sep 2026 20:40 WIB
Sampah di Kali Sipon Cipondoh Bak Tak Pernah Berkesudahan

Sampah di Kali Sipon Cipondoh Bak Tak Pernah Berkesudahan

Senin, 28 Sep 2026 19:25 WIB
Bunuh Perempuan Muda di Ruko Cipondoh, Seorang Pria Dibekuk Polisi

Bunuh Perempuan Muda di Ruko Cipondoh, Seorang Pria Dibekuk Polisi

Senin, 28 Sep 2026 18:34 WIB

“Kita tidak minta ke Pemerintah. Untuk pembelian bibit dan pembuatan gazebo ini hasil patungan masyarakat. Namun setelah ini berjalan pemerintah masuk dengan membantu kebutuhan perlengkapan seperti paving blok,” kata Edih.

Lahan yang dimanfaatkan, kata mantan Lurah Gandasari, adalah milik negara. Pihaknya melakukan komunikasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cisadane Ciliwung (BBWSCC) untuk memanfaatkan lahan tersebut.

“Rata-rata lahan yang kami gunakan adalah milik negara,” kata Edih.

Tak sulit dalam mendorong masyarakat Negalasari untuk mensukseskan program ketahanan pangan ini. Lantaran semangatnya sama, mereka ingin mengubah stigma kawasan kumuh menjadi layak dikunjungi.

Baca Juga: DLH Kota Tangerang Bangun Pusat Daur Ulang Sampah di TPA Rawa Kucing

“Supaya warga mandiri dan menikmati manfaat ketahanan pangan ini. Karena mereka juga ingin belajar,” kata Edih.

Edih mengatakan mulanya mereka membeli bibit berbagai macam tanaman pangan dan ikan. Namun seiring berjalannya waktu, warga mulai mandiri dan sudah dapat menyemai bibit sendiri.

“Tapi sebagian ada yang masih kita beli seperti caisim. Selebihnya, warga sudah kita ada penyemaian bibit mandiri, begitu juga dengan pupuk,” kata Edih.

Ketahanan pangan memang menjadi program pemerintah yang dianjurkan kepada masyarakat untuk mencukupi kebutuhan makanan sehat sekaligus mengurangi stunting. Terlebih, di masa Pandemi Covid-19 yang mempengaruhi roda perekonomian masyarakat.

“Dibangun untuk biar tahu, bahwa manfaat ketahanan pangan bisa mereka nikmati. Di sini (kampung wisata dan rumah bibit) warga yang terlibat atau tidak, bebas mengambil sayur untuk kebutuhan,” katanya.

Saat ini di Kecamatan Neglasari terdapat 17 kampung ketahanan pangan. Tiga diantaranya terdapat di Kelurahan Selapajang yakni kampung Taubat, Santri Mengabdi dan Merpati Syahdu. Lalu di Kelurahan Karanh Sari ada Kampung Pisang, Purba Bakti, Bandara dan Kunyit.

Kemudian, di Kelurahan Karang Anyar ada Kampung Tertib Indah dan Nyaman (TIN) serta Pendidikan Olahraga (Pandora). Lalu di Kelurahan Kedaung Baru ada kampung Berseri dan Kedaung Baru, Pelangi.

Di Kelurahan Neglasari ada kampung Anggur Sari dan Rukun. Serta di Karang Sari ada Kampung Wisata dan Rumah Bibit, Sirih Merah, Naga Merah dan Tangga Asem.

“Kedepannya saya ingin di setiap rumah ada ketahanan pangannya. Jadi masing-masing rumah tidak usah beli lagi sayuran,” tutur Edih.

Tak jauh dari Kampung Wisata dan Rumah Bibit, sekira 200 meter ada Tangga Asem. Ketahanan pangan yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) tersebut bahkan telah diakui sebagai Kampung Tangguh Jaya Siaga Corona (KTJ-SIGACOR). Kampung ini pula akan mewakili Polres Metro Tangerang Kota di Lomba KTJ SIGACOR tingkat Polda Metro Jaya.

Ketua KWT Kampung Tangga Asem, Yazu mengatakan berdirinya program ini merupakan jerih payah warga yang ingin berubah. “Selama ini kita tidak ada kendala dalam mengajak warga gotong royong membangun KWT ini. Kita mau mengubah kesan wilayah kumuh dan miskin,” kata ibu dua anak ini.

Yazu mengatakan KWT Kampung Tangga Asem mulai didirikan sejak September 2020 lalu. Meski, terbilang baru Tangga Asem yang berdiri diatas lahan 2.000 meter ini sudah menjadi percontohan bagi KWT lainnya.

“Sudah ada beberapa kota yang menjadikan kita percontohan seperi Kota Malang. Bahkan KWT Tangga Asem sudah menjadi salah satu tempat penyemaian. Kita sudah memberikan 7.000 bibit ke KWT lain di Kota Tangerang,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan pembina KWT Kampung Tangga Asem, Aula Ismar Wahidin. Menurutnya Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan turun tangan seiring dengan kemandirian warga menciptakan kemajuan.

“Mereka memberikan contoh, istilahnya kita melempar bola panas. Baru kemudian Pemerintah akan mendukung dengan memenuhi fasilitas. Kita tidak punya kekuatan untuk membangun, masyarakat punya kekuatan gotong royong,” ujar Aula.

Aula berharap semangat yang dikerahkan masyarakat tersebut dapat mengubah kawasan Neglasari ini menjadi agrowisata. Sehingga ini pun akan berpengaruh terhadap kepopuleran Kota Tangerang. (irfan/gatot)

Tags: agro wisataprogram ketahanan pangantpa rawa kucing
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Maulidur Rasul Fest 1448 H di Citra Raya, Perkuat Masjid sebagai Pusat Peradaban
Kabupaten Tangerang

Maulidur Rasul Fest 1448 H di Citra Raya, Perkuat Masjid sebagai Pusat Peradaban

Senin, 28 Sep 2026 17:26 WIB
Antisipasi Banjir, Pemkot Tangerang Terus Normalisasi Sungai
Headline

Antisipasi Banjir, Pemkot Tangerang Terus Normalisasi Sungai

Senin, 28 Sep 2026 17:21 WIB
Hujan Tak Kunjung Turun, 300 KK di Sodong Tigaraksa Krisis Air Bersih
Kabupaten Tangerang

Hujan Tak Kunjung Turun, 300 KK di Sodong Tigaraksa Krisis Air Bersih

Senin, 28 Sep 2026 17:07 WIB
Buka Porsadin VII Kabupaten Tangerang, Bupati Dorong Santri Berprestasi
Kabupaten Tangerang

Buka Porsadin VII Kabupaten Tangerang, Bupati Dorong Santri Berprestasi

Senin, 28 Sep 2026 16:59 WIB
Tahun Depan, Pemkot Tangsel Tetap Anggarkan Gaji 6.000 Lebih PPPK
Kota Tangsel

Minimnya Retribusi Sampah Disorot DPRD Tangsel, Ini Kata Benyamin Davnie

Senin, 28 Sep 2026 16:19 WIB
Tahun Depan, Pemkot Tangsel Tetap Anggarkan Gaji 6.000 Lebih PPPK
Kota Tangsel

Tahun Depan, Pemkot Tangsel Tetap Anggarkan Gaji 6.000 Lebih PPPK

Senin, 28 Sep 2026 16:08 WIB
Selamat dan Sukses Wisudawan wisudawati Universitas Muhammadiyah Tangerang
Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni
Pajak Daerah BAPENDA Tangerang Selatan
Selamat Memperingati HARHUBNAS 2026 DinHub Kab Tangerang

Berita Pilihan

DPMPTSP Kabupaten Serang Sosialisasikan Raperbup ke 100 Pengusaha

Sabtu, 26 Sep 2026 11:58 WIB
PMI Kabupaten Tangerang Gelar Jumbara, Siapkan Kader Kemanusiaan

PMI Kabupaten Tangerang Gelar Jumbara, Siapkan Kader Kemanusiaan

Kamis, 24 Sep 2026 19:42 WIB
PEMBUKAAN -- Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, membuka acara Festival Bubur Terasi. (ISTIMEWA)

Dorong Literasi jadi Budaya Masyarakat Pandeglang Melalui Festival Bubur Terasi

Rabu, 23 Sep 2026 14:33 WIB
Kepala DPMD Provinsi Banten, Gunawan Rusminto. (ISTIMEWA )

538 Desa di Banten Ajukan Bankeu, Batas Akhir Pengajuan Bulan Oktober

Kamis, 24 Sep 2026 15:18 WIB
Layanan SIM Keliling Jakarta Senin 31 Agustus, Ada di 5 Lokasi

SIM Keliling Jakarta Rabu 23 September, Cek Lokasinya

Rabu, 23 Sep 2026 08:03 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.