SATELITNEWS.ID, SERANG–Tiga kecamatan di Kabupaten Serang yakni, Kecamatan Lebakwangi, Ciruas dan Pontang, dikepung banjir, Sabtu (20/2). Banjir tersebut disebabkan meluapnya air aliran sungai akibat curah hujan tinggi. Aliran air sungai sekitar tidak dapat menampung, dan meluap ke pemukiman warga.
Berdasarkan data Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, untuk Kecamatan Lebakwangi ada sebanyak 22 rumah terendam banjir, terdiri dari 22 Kepala Keluarga (KK), 93 Jiwa, 7 Balita, 7 lansia dan 2 anak anak.
Kejadian banjir di Kecamatan Lebakwangi, tepatnya di Desa Tirem disebabkan oleh luapan air Kali Malang akibat curah hujan yang tinggi. Ketinggian air 30 centimeter sampai 140 centimeter.
Di Kecamatan Ciruas, Desa Bumi Jaya ada sebanyak 110 rumah yang terendam banjir. Ketinggian air mencapai 30 centimeter. Banjir tersebut juga disebabkan oleh meluapnya air Kali Malang, lantaran curah hujan yang tinggi.
Tak hanya itu, akibat cuaca ekstrim ini ada sebanyak 32 rumah rusak ringan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kemudian Kecamatan Pontang, Desa Kelapian ada sebanyak 10 rumah mengalami kebanjiran, dengan ketinggian air mencapai 20 centimeter. Namun saat ini air sudah mulai surut, warga pun masih menempati rumahnya masing – masing.
Baca Juga: Antisipasi Potensi Bahaya, BPBD Kabupaten Serang Intensif Pantau GAK
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Nana Sukmana Kusuma mengatakan, sejak Jumat malam curah hujan cukup tinggi disertai angin kencang. Sehingga beberapa saluran air tidak dapat menampung, dan meluap ke pemukiman warga.
“BPBD Kabupaten Serang sudah melakukan asessment ke lokasi kejadian. Saat ini, warga ada yang mengungsi di rumah saudara dan ada yang tetap bertahan di rumah masing – -masing,” imbuhnya.
Warga diimbau untuk selalu berhati – hati dan tetap waspada, khawatir terjadi banjir susulan. Bahkan, barang berharga yang dapat diselamatkan diharapkan segera diungsikan ke lokasi yang lebih aman. (sidik/mardiana)
























