SATELITNEWS.ID, JATIUWUNG—Hujan deras yang mengguyur Kota Tangerang dalam sepekan membuat sejumlah kawasan tidak terakses akibat terendam banjir. Salah satu yang terparah adalah kawasan Industri di Jalan Industri Keroncong, Kecamatan Jatiuwung. Ketinggian genangan air bahkan mencapai lebih dari satu meter.
Kondisi ini membuat kalangan pengusaha semakin terpukul. Setelah dihantam badai pandemi Covid-19 yang sudah hampir setahun melanda tanah air dan hingga saat ini belum juga dapat dikendalikan penyebarannya, kali ini mereka harus menghadapi banjir yang juga berdampak terhadap kelancaran produksi atau arus barang.
Seperti diketahui pabrik-pabrik yang berada di jalan zona Industri Keroncong, Jatiuwung bukan hanya milik pengusaha dalam negeri, tapi banyak juga pemilik modal asing (PMA). “Kalau sering-sering banjir begini, investor asing menutup pabriknya, lalu memindahkannya ke negara lain, yang tentu bebas dari banjir. Demikian juga pemodal saham dalam negeri, lama-lama juga bisa gulung tikar. Sebab kalau banjir terus maka proses produksi terganggu,” ujar salah satu manajer di sebuah perusahaan di kawasan tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Jumat (19/02) sore hingga Sabtu (20/02), genangan air di sekitar Jalan Zona Industri Keroncong, masih tinggi. Selain itu, jalan juga rusak parah, banyak lubang menganga. Kondisi ini tentu dinilai menyedihkan, mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu pemasukan untuk pendapatan daerah.
Katanya, berdasarkan pengakuan warga yang tinggal di belakang zona industri itu, tempat mereka sudah menjadi langganan banjir setiap musim hujan. Bahkan menurut warga, banjir yang merendam kawasan industri itu terkadang ketinggianya bisa 1,5 meter lebih.
Manajer lainnya di salah satu pabrik di zona tersebut Priyono mengakui, banjir menghambat kelancaran proses produksi. “Selain pekerja sulit mengakses pabrik, kami pun kesulitan untuk menyalurkan barang hasil proses produksi ke luar wilayah ini karena banjir. Semua menjadi terhambat. Tentu hal ini sangat merugikan investor, pekerja dan juga masyarakat sekitarnya,” ujarnya.
Baca Juga: Hujan Siang Hari Sebabkan Banjir di Tangsel
Dikatakannya, banjir kawasan industri ini sudah menjadi langganan banjir di saat hujan. Padahal di zona industri ini banyak pabrik padat karya yang memperdayakan ribuan tenaga kerja, baik itu pabrik milik pengusaha dalam negeri atau pemilik moda asing. Sayangnya, hingga saat ini tidak ada penanganan dari pihak-pihak terkait untuk mengatasi banjir di kawasan tersebut.
Seharusnya ucapnya, pengembang Zona Industri Keroncong, Jatiuwung selaku pihak bertanggungajwab memberi perhatian dan melakukan tindakan nyata untuk mengatasi banjir di zona tersebut. Apalagi akibat banjir terus menerus membuat kondisi jalan menjadi rusak dan berlubang-lubang di mana-mana.
Terpisah, Kepala Diskominfo Kota Tangerang, Mulyani mengimbau masyarakat untuk terus mewaspadai cuaca hujan dengan intensitas lebat berpotensi terjadi kembali pada 23-24 Februari. Dia mengungkapkan, berdasarkan data atau rillis BMKG yang terbaru, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat berpotensi terjadi sepekan ke depan di wilayah Jabodetabek.
“Ini lah yang perlu ditekankan, masyarakat Kota Tangerang untuk terus waspada, khususnya para warga yang tinggal di wilayah rawan banjir. Mengingat rillis BMKG cuaca ekstrem berpotensi terus terjadi hingga sepekan kedepan,” ungkap Mulyani, Sabtu (20/02). (irfan/made)
























