SATELITNEWS.ID, LEBAK–Setelah diterjang banjir bandang setahun lalu. Hingga kini, jembatan di Kampung Muara, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, belum diperbaiki. Sehingga, pengguna kendaraan yang hendak melintas terpaksa harus melintasi melalui aliran sungai.
Bagi pengendara, tentunya harus ekstra hati – hati dan harus lihai dalam mengendarai kendaraannya. Karena, sedikit saja lengah atau hilang kendali, ancaman celaka di depan mata. Bahkan, tanjakan yang harus ditembus cukup terjal dan licin.
Seorang pengendara yang melintas, asal Tangerang, Y. Pratama menyatakan, perlu kehati – hatian dan ancang – ancang sebelum menerobos aliran Sungai Muara tersebut. Menurutnya, dipastikan harus kendaraan yang sehat dan pengendaranya juga harus fokus.
“Kebetulan saya mau ke Citorek, silaturahmi ke seorang kawan. Sudah lama nggak lewat sini, ternyata jembatannya belum dibangun lagi,” kata Pratama, Senin (15/3).
Katanya, beruntung ia dapat melalui jalan darurat dan aliran Sungai Muara itu. Karena kebetulan, mobil yang dikendarainya dalam kondisi sehat dan ia hanya cukup mengatur konsentrasi sejenak sebelum melintasinya.
“Dari bawah sudah ancang – ancang. Alhamdulillah, saya dapat melaluinya, selamat,” tandasnya.
Baca Juga: Tinjau Proyek Turap di Tangsel, Pilar Saga Wanti-Wanti Soal Kualitas
Diketahui, jembatan Muara belum dibangun kembali. Pengendara dan warga yang hendak melintas, harus melewati aliran sungai setempat. Ketika aliran air sungai sedang meluap, dipastikan tidak dapat dilintasi. Bahkan, warga sekitar-pun kerap menggunakan rakit sebagai alat penyebrangan.
“Ya, nggak tahu nih kapan mau dibangun lagi. Katanya tahun ini (tahun 2021,red), tapi belum ada tanda – tanda akan ada pembangunan. Kita tunggu saja lah,” ujar Rukman, warga setempat.
Ia mengaku, lintasan menuju kawasan wisata “Negeri Diatas Awan” Gunung Luhur, Citorek itupun, kerap dilintasi para wisatawan. Bahkan, dalam seminggu lebih dari dua komunitas motor, konvoi melintasi lintasan darurat aliran sungai muara tersebut.
“Ada saja sih pengunjung, rata – rata katanya mau ke Gunung Luhur. Konvoi motor juga banyak,” imbuhnya. (mardiana)
























