SATELITNEWS.ID, TANGERANG–Dapur umum yang terdapat di wilayah bencana ternyata ada perhitungannya. Tak sekadar nasi dan lauk-pauk saja. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Organisasi untuk PMI Kota Tangerang, Tendi Yuliatno.
Dia mengatakan, untuk satu porsi menu memiliki takaran kandungan gizi 2100 mg. Hal ini merupakan standarisasi gizi seimbang. “Untuk memenuhi kalori selama 1 hari untuk tiga kali makan. Biasanya nasi, telur roti dan sayur-sayuran,” ujarnya di sela-sela pelatihan dapur umum dalam rangka pasca bencana Sabtu, (27/03) di markas PMI Kota Tangerang.
Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI Kota Tangerang, Agus Gilang Prabowo dalam pelatihan yang diberikan hal ini memang harus dipahami. Terutama bagi Relawan Korps Sukarela (KSR) PMI. Sehingga, dapat siaga mana kala dibutuhkan cepat personel untuk tanggap bencana dalam kapasitas dapur umum.
“Penyelenggaraan dapur umum ini untuk melayani kebutuhan makan para penderita / korban bencana dapat diselenggarakan oleh siapa saja. Yang dapat menyelenggarakannya tentunya dengan kapasitas dalam dapur umum itu sendiri,” Ucap Agus.
Pada pelatihan ini para peserta yang rata-rata merupakan calon relawan PMI Kota Tangerang ini nampak antusias. Seperti Rizqullah. Dia mengatakan dalam giat ini terdapat relawan dengan bidang yang berbeda-beda.
“Pelatihan dapur umum ini kita tidak hanya diberdayakan untuk siaga Kota Tangerang sendiri melainkan bila kita juga diminta untuk membantu kota lain, maka kita akan siap karena kita di pelatihan ini sudah dibekali ilmu dan praktik,” katanya.
Baca Juga: Bupati Pandeglang Dukung Kerja Sama Pelatihan Vokasi dengan BBPVP Serang
Dapur umum ini merupakan kegiatan yang tidaklah mudah dan juga tidak bisa dibilang sulit karena memang di dalam dapur umum ini harus memiliki kapasitas. Kemampuan dalam bidang dapur umum sangatlah penting dibutuhkan untuk para petugas yang nantinya ikut terjun dalam lokasi atau suatu kondisi bencana. (irfan/made)
























