SATELITNEWS.ID, TANGERANG–Puluhan warga Desa Rawa Rengas, Kecamatan Kosambi kembali melakukan aksi demo di Perimeter Utara, dan menutup akses jalan menuju Bandara Soekarno Hatta, Selasa (30/3) pukul 08.00-10.00 WIB. Kasus yang sudah 4 tahun berjalan ini, dinilai warga belum juga terselesaikan.
Massa yang melakukan aksi demo ini meminta agar lahan yang dahulu mereka tempati segera dibayar, untuk kembali mempunyai tempat tinggal tetap, tidak dikontrakan. Warga desa Rawa Rengas, khususnya Kampung Rawa Jati merupakan korban penggusuran landasan pacu atau Runway 3 Bandara Soekarno Hatta.
“Hanya bangunan saja yang dibayar, tapi tanah saya belum dibayar. Padahal kami punya surat AJB dan saya bayar pajak. Namun sampai sekarang belum dibayar, hanya dijanji-janjikan saja. Bangunan saya dibayar RP200 juta, cuma bisa kebeli tanah, tapi saya belum bisa bangun rumah. Sekarang saya ngontrak, lahan saya dulu 160 meter. Demo ini kami meminta hak kami dibayarkan,” ujar Maryanah (30), salah satu korban penggusuran.
Diketahui, aksi serupa juga terjadi pada tahun 2019. Warga memblokade seluruh jalan dengan papan yang bertuliskan akses jalan ditutup, serta ratusan warga membakar ban di tengah jalan. Pada saat itu, warga menuntut agar Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kabupaten Tangerang mengeluarkan pembayaran lahan dan bangunan mereka.
Yahya Anshori (29), koordinator aksi menambahkan, bahwa BPN sudah membayarkan bangunan, namun untuk lahannya tidak kunjung dibayar hingga saat ini. “Lahan yang belum dibayar terdapat RT 02-03 dan RW 15 Desa Rawa Rengas Kampung Rawa Jati, yang berjumlah 200 KK serta 64 bidang tanah,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu Pegawai Pengamanan Aset Angkasa Pura II, Bambang mengatakan, bahwa hal ini bukan kewenangan dari Angkasa Pura II, namun mutlak itu kewenangan BPN. Bahkan dia juga meminta jalankan peraturan Menteri ATN BPN.
“Kita ini hanya bolak-balik mengantarkan warga ke BPN, menjembatani via telepon. Bisa dijalankan atau tidak, penilaian BPN kan beda sama masyarakat. Kalau maunya masyarakatkan bayar-bayar gitu,” pungkasnya. (mg3/aditya)
























