SATELITNEWS.ID, RANGKASBITUNG—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatat terdapat 97 rumah terendam banjir dan 13 rumah digerus longsor akibat bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di bumi Multatuli. Bencana yang terjadi Sabtu (03/04) tersebut menyisakan duka mendalam bagi warga, pasalnya selain rumah, persawahan serta menelan korban jiwa.
Sejak Jumat malam sampai Sabtu (2-3/4) wilayah Kabupaten Lebak diguyur hujan dengan insentitas tinggi yang disertai angin kencang. Rupanya, akibat cuaca ekstrem tersebut membuat sejumlah sungai meluap hingga merendam rumah, persawahan. Tidaknya rumah bencana alam tersebut juga membuat belasan rumah tergerus longsor.
“Total ada 97 rumah terendam dengan ketinggian air bervariasi, dan 13 rumah mengalami rusak akibat diterjang longsor,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, kepada Satelit News, kemarin.
Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Bumi Multatuli meliputi, Kampung Cipayanggu, Desa Harjawana, sebanyak 10 rumah terendam dan 8 rumah di Desa Cimayang, Kecamatan Bojongmanik digerus longsor.
Banjir juga melanda Kecamatan Cibadak yakni Kampung Neglasari, Desa Kadu Agung timur, sebanyak 25 rumah, Perumahan mandala, Desa KaduAgung Tengah 22 rumah, Kampung Neglasari, Desa Pasar Keong sebanyak 33 rumah. Kampung Citundun, Desa Banjarsari, Kecamatan Warunggunung 6 rumah. Desa Wanasari, Kecamatan Cibeber 1 rumah longsor, Desa Sobang, Kecamatan Sobang 2 rumah longsor, dan dua rumah di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar dihantam longsor. “Dari jumlah yang terdampak longsor, semuanya mengalami rusak ringan. Dan beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” ujar Febby.
Kata Febby, cuaca ekstrem yang masih terjadi hingga saat ini harus menjadi perhatian bagi masyarakat baik yang berada di bantaran sungai maupun yang berada di daerah perbukitan. Sebab, dengan kondisi seperti ini bencana alam bisa saja terjadi, maka utamakan penyelamatan diri.
Baca Juga: El Nino Mengancam, Polres Lebak Siapkan Sumur Bor
“Posko utama (BPBD) terus berkoordinasi dengan para relawan yang tersebar di 28 kecamatan di Lebak. Saya mengimbau kepada warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan,” pungkasnya.
Relawan BPBD Kecamatan Cibadak, Hafid mengatakan, debut air sudah surut dan warga yang tadinya terendam kini sedang membersihkan lumpur. “Pantau saat ini airnya sudah surut, warga sebagian sudah mulai membersihkan lumpur yang masuk ke dalam rumah. Semoga kejadian ini tidak terulang,” pungkasnya.(mulyana/made)
























