SATELITNEWS.ID, TANGERANG–Jajaran Polresta Tangerang melaksanakan kegiatan penyekatan di Perbatasan Cikupa-Curug Gumarang, Kecamatan Senin (5/4) malam. Hal itu dilajukan untuk mengantisipasi pergerakan massa yang akan menuju Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, jelang sidang lanjutan HRS.
Kapolres Kota Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengatakan, bahwa sidang lanjutan HRS akan dilaksanakan pada Selasa (6/4) di Pengadilan Negri Jakarta Timur. Untuk mengantisipasi pergerakan massa, pihaknya melakukan penyekatan. Dia mengatakan, tidak diperbolehkannya pergerakan massa, dikarenakan saat ini masih dalam masa pandemi. Jika masyarakat ingin melihat jalannya persidangan, maka masyarakat bisa menyaksikan secara online.
“Kami imbau masyarakat untuk tidak ke Jakarta untuk menghadiri sidang HRS. Karena saat ini situasi sedang pandemi dan sidang dapat disaksikan secara virtual,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro kepada Satelit News, Selasa (6/4).
Wahyu menambahkan, dalam kegiatan penyekatan itu dilakukan pemeriksaan kendaraan yang melintas seperti kendaraan sepeda motor, mobil, atau angkutan bus. Kendaraan yang diperiksa, adalah kendaraan yang mengarah ke Jakarta.
“Kegiatan pemeriksaan tetap dilaksanakan dengan mengedepankan protokol kesehatan dan sikap humanis,” ujar orang nomor satu di Polresta Tangerang.
Wahyu menyampaikan, hingga kegiatan selesai, tidak ada indikasi gerakan massa yang mengarah ke PN Jakarta Timur untuk menghadiri sidang lanjutan HRS yang melintas di wilayah penyekatan.
Baca Juga: Dipimpin Kapolresta, Arena Judi Sabung Ayam di Jayanti Digulung Polisi
Dalam kegiatan itu, pihaknya menerjunkan 30 personel gabungan dari Polresta Tangerang, Polsek Cikupa, dan Polsek Panongan. Selain itu, 10 petugas Satpol PP Kabupaten Tangerang juga turut dilibatkan.
Wahyu mengingatkan, situasi pandemi Covid-19 belum selesai. Sehingga Wahyu mengimbau masyarakat untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan yakni menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan.
“Juga menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Jadi kami sarankan tidak ke Jakarta bila tidak untuk kepentingan mendesak,” pungkasnya. (alfian/aditya)
