SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Pemerintah Kota Tangerang belum berencana membuka simulasi pendidikan tatap muka. Padahal, daerah tetangga DKI Jakarta sudah resmi melakukan uji coba belajar tatap muka mulai Rabu (7/4) dan akan berlangsung hingga 29 April 2021. Uji coba tatap muka dilakukan oleh 85 sekolah yang sudah lolos penilaian Dinas Pendidikan DKI Jakarta, baik dari sisi kesiapan sarana prasarana protokol kesehatan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang, Jamaluddin mengatakan sekolah tatap muka belum dapat dilakukan lantaran target vaksinasi bagi guru belum rampung. Hingga saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang baru memvaksinasi sekitar 10 ribu guru dari target 21 ribu.
“Ini kan kita di Kota Tangerang baru vaksin tahap kedua. Kemarin baru 10 ribu jadi kurang lebih totalnya baru 50 persen. Terus yang kedua karena belum semua divaksin maka nanti kita sesuai arahan pak menteri, pemda dan walikota,” ujar Jamaluddin, Rabu (7/4).
Dia menargetkan, 20 ribu guru tersebut akan rampung divaksin pada Juni mendatang. Kendati demikian, hal tersebut tidak bisa dipastikan terkait sekolah tatap muka. Pihaknya masih harus berkoordinasi lagi dengan Pemkot Tangerang.
“Mudah-mudahan pada posisi bulan Juli ini sudah divaksin semua, jadi nanti setelah semua udah divaksin semua, guru guru. Di bulan Juli kita minta arahan ke pimpinan seperti apa,” katanya.
Meski begitu, kata Jamal sesuai dengan arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sekolah tatap dapat dilakukan semua guru sudah selesai. “Kalau vaksinnya sudah selesai semua, sesuai dengan arahan pak Menteri yaitu bisa dilaksanakan bulan Juli sesuai juga nanti minta izin dari Walikota, orang tua, semua komponen untuk kita minta persetujuan,” jelasnya.
Baca Juga: Kemendikbud Berikan 6 Poin Arahan untuk Rektor Soal UKT
Selain itu, kata Jamal faktor penundaan sekolah adalah Kota Tangerang yang masih zona oranye penyebaran Covid-19. Apalagi, di setiap Kecamatan dan Kelurahan zonanya berbeda-beda.
Sementara itu, sebagian wali murid menginginkan agar pendidikan tatap muka segera dilaksanakan. Para orang tua banyak yang mengeluh terhadap pelaksanaan pembelajaran secara daring.
Rani (39), selaku wali murid kelas 6 di SDN Kosambi 1 Kabupaten Tangerang mengatakan akan mengizinkan anaknya untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Namun syaratnya harus ada fasilitas kebersihan yang memadai. Eka Permana, wali murid kelas 1 SDN Gintung 2 Kecamatan Sukadiri Kabupaten Tangerang mengaku kesulitan mendidik anak-anaknya untuk belajar. Itu sebabnya dia mendukung pendidikan tatap muka digelar. Lagipula, kata Eka, pihak sekolah pasti menerapkan protokol kesehatan Covid-19.
“Namanya belajar sama orang tua kab agak melawan, susah dibilanginnya. Apalagi kalau pelajaran matematika. Kalau sama guru kan lebih mau denger daripada sama orang tua,”pungkasnya. (irfan/mg3/gatot)
























