SATELITNEWS.COM, SERANG–Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Albantani Kabupaten Serang, akan membeli air bersih dari Bendungan Sindangheula ke Provinsi Banten. Air tersebut untuk mengaliri konsumen di wilayah Kecamatan Kramatwatu, Bojonegara dan Pulo Ampel.
Kepala Bagian (Kabag) Perencanaan Perumda Tirta Albantani Kabupaten Serang, Tata mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten saat ini tengah membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Bendungan Sindangheula, Kecamatan Pabuaran. IPA tersebut memiliki kapasitas 400 liter per detik yang pelayanannya meliputi Kabupaten Serang, Kota Serang dan Cilegon.
Dalam program pipanisasi ini, kata dia pihaknya akan dibangunkan penampungan di Kramatwatu, Bojonegara dan Pulo Ampel. “Jadi nanti kita manfaatkan dari situ, kita konek ke pipa yang sudah terbangun, kita salurkan dari Sindangheula melalui optek semacam penampungan,” kata Tata, saat ditemui di kantornya, Kamis (8/4).
Adapun kuota air bersih yang diperoleh untuk Kecamatan Kramatwatu sekitar 150 liter perdetik, Bojonegara 100 liter perdetik dan Pulo Ampel sekitar 30 liter perdetik. Dalam pelaksanaannya, Perumda Tirta Albantani Kab. Serang nanti akan membeli air bersih ke Pemerintah Provinsi Banten.

“Kesepakatan soal tarif kita belum tahu, pasti ada penajaman kesana, yang pasti mereka menyampaikan akan membangun IPA dan jaringan Opteknya,” tuturnya.
Namun kata Tata, untuk dapat memperoleh air bersih ini selain dikenakan tarif, Pemkab Serang juga memiliki kewajiban menyediakan lahan untuk pembangunan tempat penampungan. Saat ini Pemda pun tengah mengusahakan.
Baca Juga: Keropos Termakan Usia, PDAM Pandeglang Ganti Pipa Transmisi Cikoromoy
“Yang pasti Optek itu di Kramatwatu, Bojonegara dan Pulo Ampel, serta satunya ada di Spot Senter. Itu namanya SPAM Regional, karena Provinsi yang membangun,” tambahnya.
Sementara, Direktur Utama Perumda Tirta Albantani Kabupaten Serang, Wahyu Prihantono mengaku heran, kabupaten/kota tidak diajak bicara perihal perkiraan harga air bersih tersebut. Namun demikian jika memang mahal pihaknya tidak akan beli.
“Kita belum tahu mau dijual berapa dari provinsi,” tuturnya. (sidik/mardiana)
























