SATELITNEWS.ID, RANGKASBITUNG—Keberadaan jembatan layang (fly over) di pertigaan Jalan Sunan Kalijaga dengan Jalan Ir Juanda serta yang bersentuhan langsung dengan perlintasan kereta api, mulai dibutuhkan. Pasalnya keselamatan pengguna jalan dengan kondisi sekarang menjadi taruhannya.
Maka alternatifnya fly over di butuhkan. Hal itu terbukti saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mengusulkan pembangunan dua jembatan penyeberangan itu ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
Kepala Bidang Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah (P2PD) Bapelitbangda Lebak Widy Ferdian mengatakan, dua fly over yang diusulkan dibangun itu di dua perlintasan kereta api, yakni di Jalan Ir Djuanda dan Jalan Citeras – Tigaraksa.
“Oktober 2020 kami usulkan, tetapi dari hasil musrenbang belum ada persetujuan. Kami sudah sampaikan ulang bahwa kami mengusulkan pembangunan dua fly over itu,” kata Widy, kemarin.
Widy menerangkan, dua jembatan layang di jalan arteri tersebut harus segera dibangun untuk mencegah terjadinya kemacetan seiring dengan meningkatnya volume kendaraan di jalan tersebut. Belum lagi lagi dengan bertambahnya jadwal perjalanan KRL Rangkasbitung – Tanah Abang yang bisa menimbulkan kemacetan atau keterlambatan laju kendaraan karena singkatnya buka tutup pintu perlintasan kereta api.
Lebih lanjut kata Widy, fly over di Jalan Citeras – Tigaraksa juga untuk menyambut pembangunan ruas Jalan Tol Serpong – Balaraja yang berbatasan dengan Kecamatan Maja. Ketika tol tersebut dioperasikan, maka volume kendaraan yang saat ini lebih padat di Jalan Arteri Rangkasbitung – Cikande akan berpindah ke Jalan Arteri Citeras – Tigaraksa
Baca Juga: PT KAI Tutup Permanen Perlintasan Sebidang Pasar Rangkasbitung, Ini Jadwalnya
“Mereka akan memilih melewati jalur arteri yang ada akses jalan tol nya. Maka dari itu kami tidak usulkan bangun fly over di Jalan Citeras – Cikande,” jelas Widy.
Menanggapi usulan tersebut, komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lebak, Bambang SP menyambut baik rencana tersebut. Jembatan penyeberangan memang saat ini mulai dibutuhkan di Lebak seiring dengan peningkatan pembangunan. “Program yang baik dan manfaatnya cukup besar kita dukung. Begitupun kepasa masyarakat untuk tetap selalu berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api tersebut,” pungkasnya. (mulyana/made)

















