SATELIT NEWS.ID, CIPUTAT TIMUR—Pasar Gintung yang dijadikan sebagai pusat oleh-oleh khas Kota Tangsel memiliki daya tarik sendiri. Hingga kini sudah ada 10 koperasi yang beroperasi di pasar tersebut.
Seluruh koperasi tersebut merupakan koperasi yang berada di bawah naungan Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Kini mulai terlihat suasana para pedagang di pasar yang menjajakan produk-produk UMKM khas Tangsel. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Gintung, dari Disperindag Kota Tangsel, Junaedi Mukhtar, mengatakan seluruh koperasi dikepalai oleh Koperasi Al-Jibaal.
“Saat ini untuk operasional dikelola oleh 10 koperasi naungan Dinkop dan dikepalai oleh Koperasi Al-Jibaal,” ujarnya saat ditemui di Pasar Gintung.
Lebih lanjut Junaedi mengatakan, di pasar tersebut terdapat 16 kios di lantai satu. Sementara di lantai dua berbentuk los, atau konter-konter yang bisa dimanfaatkan untuk pertemuan.
Untuk sistemnya sendiri, mengatakan karena terbatasnya kios maka tidak semua UKKM dan IKM di Tangsel tidak bisa menempatinya, namun, seluruh produk UMKM dan IKM Kota Tangsel tentu akan ditampung di pasar tersebut.
“Jadi sistemnya itu, jika ada produk baru tentu akan kita letakan di kios yang sudah ada di sini. Jadi tidak harus satu produk itu harus punya satu kios, bisa dititip melalui koperasi gitu,” ujarnya.
Dia menambahkan per kemarin, Disperindag sudah mencatat lebih dari 200 produk yang sudah terdaftar dan akan dijual di pasar ini. Mayoritas berasal dari sektor makanan.
Jumlahnya akan semakin bertambah. Mengingat IKM dan UMKM Tangsel terus berkembang. “Pendaftarannya tidak akan kami tutup, sehingga pelaku usaha bisa terus melahirkan produk-produk baru,” ujarnya.
Kepala Disperindag Kota Tangsel, Maya Mardiana mengatakan, produk UMKM yang dijual di pusat oleh-oleh Pasar Gintung harus memenuhi standarisasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
“Saat ini ada sekitar 200 produk, tetapi kami akan terus menghimbau kepada para pelaku UMKM untuk ikut daftar di sini. Tentunya kami juga berikan edukasi agar tetap berinovasi membuat prpoduk-produk yang berkualitas,” pungkasnya. (dra/bnn/gatot)