SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Tidak mau kecolongan oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) atau jajarannya di hari pertama masuk kerja, Bupati Pandeglang Irna Narulita langsung melontarkan ancaman bagi ASN yang tak masuk kerja tanpa keterangan, bakal dipotong penghasilan tunjangannya.
Untuk meyakinkan jajarannya itu masuk dan tidak pascalibur Hari Raya Idul Fitri, Irna juga turun langsung melakukan pengecekan. Bahkan mengabsen satu-satu di setiap Organisasi Prangkat Daerah (OPD), Senin (17/5).
Irna mengaku menginginkan semua jajaranya kembali fokus mejalankan tugasnya sebagai ASN. Jika tak displin, ia menegaskan tidak akan segan-segan bakal memotong tunjangan para ASN yang “nakal” tersebut.
“Hari pertama kerja harus bisa fokus kembali untuk menunaikan tugasnya. Kalau tidak hadir tanpa ada keterangan, bakal dipotong tunjangannya,” kata Irna, saat memantau kinerja jajaran Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Pandeglang, Senin (17/5).
Irna berharap para ASN di semua OPD setelah libur Hari Raya Idul Fitri jangan sampai bermalas-malasan menunaikan kewajibannya sebagai abdi negara. “Rasa malas harus kita lawan. Kesabaran kita sudah dilatih kemarin pada saat Bulan Suci Ramadan,” ujar bupati dua periode ini.
Dijelaskan Irna, pemberian tunjangan itu wujud apresiasi pemerintah bagi para pegawai yang telah memberikan pengabdian dengan kinerja yang baik. “Yang kurang kehadirannya potong tunjangannya, karena kita berikan tunjangan tidak begitu saja, namun harus ditunjukan dengan kinerja yang baik,” tandasnya.
Baca Juga: Bupati Dewi: Purna Tugas Sebagai ASN Bukan Akhir Pengabdian
Saat ini kara Irna, tidak ada lagi Work From Home (WFH). Jadi kegiatan yang harus dikerjakan pada hari ini (Senin), harus segera diselesaikan.
“Semoga mereka bisa menunjukan dedikasi yang baik, sehingga tidak menunda pekerjaan karena bolos pada hari pertama masuk kerja usai libur hari raya. Ada pimpinan atau tidak, mereka selalu siap bekerja,” tandas wanita berkerudung ini.
Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Pandeglang, Ali Fahmi Sumanta menambahkan, sidak pascalibur hari raya dibagi 4 tim. Masing-masing tim mendapatkan tugas ke 11 OPD ditambah dengan kecamatan.
“Saat sidak tadi terlihat kehadiran cukup tinggi. Untuk sementara bisa kami simpulkan kehadiran dari seluruh pegawai mencapai 95 persen,” klaimnya.
Fahmi mengakui, memang saat sidak didapati pegawai yang izin bahkan tanpa keterangan. Ia berharap, ketidakhadiran ini bisa dijelaskan oleh masing-masing ASN dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Jika tidak hadir apa alasannya. Jika itu kepentingan dinas atau keluarga silahkan sampaikan yang penting bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya. (nipal/aditya)
Baca Juga: Kodim 0601/Pandeglang Siagakan Personel guna Antisipasi Dampak Erupsi GAK
























