SATELITNEWS.ID, BAYAH–Dua orang wisatawan asal Cilograng dikabarkan terseret ombak di Pantai Ciantir, Sawarna, Selasa (25/05) sekira pukul 13.00 WIB. Akibat kejadian itu, satu orang bernama Unun (16) selamat, sementara korban lain atas nama Nanda (14) sampai saat ini masih dalam pencarian tim Basarnas Banten dibantu muspika setempat.
Informasi yang dihimpun, ada sembilan orang siswa SMP di Cilograng berangkat ke Sawarna pukul 12.00 WIB. Kurang dari setengah jam, rombongan tiba di Sawarna dengan menggunakan sepeda motor. Mereka istirahat sejenak dan selanjutnya berenang di tepi pantai. Di saat tengah asyik berenang itulah malapetaka datang setelah ombak menyeret Unun yang saat itu berenang paling tengah.
Rupanya, melihat Unun yang mulai tenggelam dan minta tolong membuat Nanda tanpa pikir panjang langsung membantu. Nanda pun berusaha menolong rekannya tersebut, namun upaya itu malah membawa petaka baginya. Ia justru terseret arus dan tenggelam. Sementara, Unun berhasil berenang ke tepi pantai dengan selamat.
“Satu korban selamat, sementara hingga hari kedua ini (kemarin) Nanda masih dalam pencarian tim Basarnas Banten yang dibantu muspika dan para nelayan,” kata tokoh masyarakat Kecamatan Bayah, Erwin Komara Sukma, saat dihubungi melalui telepon selulernya Satelit News, kemarin.
Erwin menjelaskan, lokasi yang menjadi tempat berenang para pelajar asal Cilograng memiliki arus deras. Sehingga membahayakan keselamatan wisatawan yang berenang di sana. “Lokasi itu (tempat berenang korban) sudah dipasangi bendera merah. Mungkin luput dari pengawasan sehingga mereka tidak mengindahkannya,” katanya.
Saat disinggung apa yang menjadi kendala hingga saat ini korban belum juga ditemukan, Menurut Erwin, kendala untuk saat ini salahsatunya akibat gelombang tinggi.
“Kendalanya akibat gelombang tingga mulai dari 4 sampai 6 meter. Mungkin ini yang menjadi kendala tim sar belum menemukan korban. Namun, pencarian terus dilakukan menyisir pantai,” tandasnya.
Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Febby Rizki Pratama mengatakan, berdasarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem masih terjadi di beberapa wilayah salah satunya Kabupaten Lebak. Oleh karenanya, ia meminta masyarakat untuk tetap waspada.
“Bagi masyarakat yang berada di pesisir pantai, dan pengunjung untuk tetap waspada gelombang tinggi. Begitu pun masyarakat yang di daerah bantaran sungai dan perbukitkan juga harus waspada,” pungkasnya.(mulyana/made)