SATELITNEWS.ID, SERPONG–Menjadi seorang ibu rumah tangga (IRT) kerap dianggap sepele oleh banyak orang. Pekerjaan itu hanya bergulat di rumah saja. Tapi jangan salah, bagi IRT yang kreatif, di rumah saja pun bisa menghasilkan uang.
Hal itu dibuktikan oleh Endang Triwahyuni dengan menjajaki dunia usaha khususnya kuliner di rumahnya. Proses panjang sudah dia lalui hingga akhirnya bisa memiliki sebuah brand usaha sendiri yaitu Kacang Goreng Bawang yang diproduksi di rumahnya sendiri di Komplek Perumahan Puspiptek Blok 1D No 6 RT 12/06 Kelurahan Setu, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Dari usaha inilah ada niat mulia yang dia perjuangkan, apakah itu?
Wanita usia 42 tahun yang telah dianugerahi tiga anak, masing-masing dua laki-laki dan satu perempuan. Selain mengurus anak dan suami, Endang mengisi kesehariannya dengan memproduksi kacang goreng bawang. Proses pembuatan kacang goreng bawang memakan waktu hingga empat jam lebih dari mulai merebus hingga siap disajikan dalam bentuk kemasan.
Dulu, dia adalah seorang guru Sekolah Dasar Al-Azhardi di Kemang Jakarta selama hampir lebih dua tahun. Seiring berjalannya waktu dia merasa gajinya hanya habis untuk ongkos perjalanan dan tenaga juga sangat terkuras habis.
Tahun 2008, dia memutuskan mengundurkan diri menjadi seorang guru karena waktunya kurang untuk sang anak. Sebagai ibu dia merasa sangat bersalah telah meninggalkan sang anak di rumah bersama seorang pengasuh.
“Saya deg-degan aja kalau ninggalin anak, kan saya tuh berangkat mulai dari subuh udah siapin makan, pokoknya ngurus rumah dulu, jadi kekuras banget tenaganya, apalagi kalau anak sakit kadang di sekolah tuh jadinya ga betah pengen langsung pulang,” ujar Endang.
Baca Juga: Pendataan Sensus Ekonomi di Tangerang Selatan Hampir Tuntas
Dia mengakui jika masa mudanya sangat aktif, namun semenjak berkeluarga dan memilih keluar dari pekerjaannya dia merasa jenuh. Hingga akhirnya dia mencoba merintis usaha kecil-kecilan dengan memproduksi dan menjual kacang goreng bawang menggunakan plastik eceran dengan harga Rp2 ribu perbungkus.
Usaha itu sudah dia geluti sejak tahun 2014. Awalnya dia hanya menitipkan ke warung-warung kecil saja, lalu mencoba menawarkan untuk pesanan saat momen hari-hari besar. Ternyata mendapat respon yang sangat baik, sehingga dia mencoba ikut ke dalam organisasi Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) Tangsel.
Tahun 2018, dia mulai bergabung dengan komunitas UMKM Tangsel Berkibar. Sampai saat ini Endang aktif di dua komunitas lainnya yaitu UMKM Kecamatan Setu dan Galeri Etalase Tangsel. Dari kumintas inilah usahanya berkembang. Hingga sekarang sudah memiliki lebih dari 10 reseller.
Dengan adanya reseller dia merasa sangat terbantu dari segi promosi, meski dimasa pandemi ini omsetnya sangat menurun dari kisaran Rp 2 juta hingga Rp475 ribu. Namun untuk hari raya lebaran kemarin omzetnya sudah mulai membaik.
“Dulu sebelum pandemi Alhamdulillah keuntungannya lumayan, apalagi kalau buka gerai di DPRD Tangsel, tamunya kan banyak tuh, jadi kadang lebih dari 10 bungkus habis dalam hitungan jam. Tapi selama pandemi, tamu yang berkunjung ke kantor DPRD dibatasi, jadi pemasukan juga menurun,” tambahnya.
Ada dua ukuran kemasan kacang goreng bawang yang dijualnya. Untuk kemasan ukuran 150 gram dijual seharga Rp15 ribu, sedangkan untuk ukuran 250 gram harganya Rp25 ribu.
Baca Juga: Seorang Ibu Rumah Tangga di Petir Kabupaten Serang Tertimpa Tembok Rumah
Dari usahanya itu, ada hal yang dia cita-citakan yaitu mampu membuka lapangan pekerjaan untuk anak-anak yatim yang membutuhkan pekerjaan dan para pengangguran, Niatnya ini tertanam setelah melihat masyarakat yang masih ada di pinggir jalan karena kurangnya lapangan pekerjaan. (mg4/jarkasih)
























