SATELITNEWS.ID, RANGKASBITUNG—Beperapa hari lalu ruas Jalan Cipanas-Warungbanten, di Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, putus digerus longsor. Bencana itu diduga akibat guyuran hujan deras.
Oleh karena cuaca ekstrem saat ini masih terus terjadi, maka masyarakat diminta untuk mewaspadai longsor susulan agar korban jiwa bisa dihindari. “Cuaca ekstrem saat ini masih terjadi, jadi saya meminta kepada masyarakat yang menggunakan jalur Cipanas-Warungbanten untuk mewaspadai longsor susulan di lokasi tersebut,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Febby Rizki Pratama, kemarin.
Menurut Febby, longsor kerap terjadi di ruas Jalan Cipanas-Warungbanten lantaran wilayah setempat merupakan daerah perbukitan. Oleh karena nya, agar kejadian tersebut tidak menbulkan korban jiwa maka warga diminta untuk mewaspadainya.
“Beberapa hari lalu, tebing setinggi delapan meter longsor, dan nyaris memutuskan lalulintas dari dua arah. Namun, setelah dilakukan penanggulangan dengan menurunkan alat berat yang di pinjam dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, bersama kepolisian lalulintas kembali norma walaupun di buka dengan sistem tutup bula,” terang Febby.
Tidak hanya di Jalan Cipanas-Warungbanten, Febby juga memgingatkan kepada masyarakat lainnya yang berada di daerah perbukitan, bantaran sungai dan pantai untuk terus waspada. “Imbauan terus kita lakukan kepada masyarakat melalui para relawan yang tersebar di 28 kecamatan,” tandasnya.
Sebelumnya, ruas Jalan Cipanas-Warungbanten, di Kampung Cinyiru, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, digerus longsor, Sabtu (29/05). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun lalulintas tersendat dan harus dilakukan rekayasa tutup buka oleh kepolisian guna bisa dilalui.
Bencana longsor melanda Kecamatan Lebakgedong, terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, saat itu wilayah setempat diguyur hujan deras. Akibat bencana itu, membuat akses menuju wisata Gunung Luhur atau Negeri di Atas Awan terputus. (mulyana/made)