SATELITNEWS.ID, LEBAK—Ada ribuan siswa di Kabupaten Lebak tidak aktif mengikuti pembelajaran secara daring. Dinas Pendidikan (Disdik) setempat baru-baru ini mencatat, sebanyak 3.869 siswa tidak jelas keberadaannya.
Ketidakaktifan siswa itu bervariasi. Mulai dari sama sekali tak aktif, ikut daring, namun ketika luring tidak ada. Intinya selama pembelajaran tidak pernah aktif. Untuk memastikan alasan mereka tidak aktif selama pembelajaran daring. Disdik Lebak juga sudah menginstruksikan semua sekolah terkait untuk mendatangi kediaman para siswa tersebut. Dikhawatirkan mereka itu memilih putus sekolah.
Walaupun saat ini mereka tidak aktif namun Disidik juga belum bisa memastikan mereka putus sekolah. Lantaran itu nanti dikembalikan lagi kepada sekolah masing-masing. Karena, bagaimanapun juga langkah putus sekolah itu tidak tepat.
Pun diakui selama KBM dilaksanakan secara daring membuat siswa merasa nyaman sehingga kenyamanan tersebut disalahgunakan dan berujung berhenti sekolah.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Lebak, Acep Dimyati mengatakan, harus ada penekanan terhadap siswa yang tidak mengindahkan belajar secara daring. Namun, dengan cara yang tidak membuat mereka memutuskan untuk bersekolah.
“Jumlahnya cukup banyak baik yang berhenti maupun yang tidak jelas, makanya kondisi tersebut harus segera dicari solusinya. Mau jadi apa nanti kalau mereka putus sekolah,” pungkasnya. (mulyana/made)
























