SATELITNEWS.ID, SEPATANTIMUR—Pelaku pembunuhan yang menggegerkan Desa Lebak Wangi Kecamatan Sepatan Timur Kabupaten Tangerang Akub ternyata sering membunuh kucing. Keponakan yang membacok pamannya sendiri, Rusli hingga tewas itu diduga memiliki gangguan kejiwaan.
Fakta itu diungkap Kapolres Sepatan AKP Oky Bhekti. Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, pria berusia 46 tahun itu diduga memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Menurut pihak keluarga yang dimintai keterangan sebagai saksi, Akub sering membunuh hewan yang lewat di depannya ketika penyakitnya sedang kambuh.
“Kemungkinan pelaku mengarah gangguan jiwa, karena informasi warga dan kerabatnya, jika pelaku kumat ada kucing langsung dipotong atau dicacak-cacak dengan goloknya, ” kata Oky kepada Satelit News, Minggu (6/6).
Kapolsek menyatakan pihaknya belum menemukan motif Akub membacok Rusli. Apalagi jika disebutkan peristiwa memilukan itu terjadi karena pembagian harta warisan yang tidak merata. Kendati demikian, Polisi tetap melakukan pendalaman, terkait motif Akub membacok Rusli.
“Untuk arah kesana rasanya tidak tetapi masih kita dalami itu,” ujarnya.
Kata Oky, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak medis untuk memeriksa keadaan jiwa Akub. Dia juga menegaskan, bahwa penyidikan masih tetap berlanjut, dan saat ini Akub sudah diamankan di Mapolsek Sepatan, Polres Metro Tangerang Kota.
“Pelaku sudah kami amankan dan proses penyidikan tetap kami lakukan serta menunggu hasil dari ahli medis yang sudah kami koordinasikan,”tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, warga Kampung Lebak Wangi Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur Kabupaten Tangerang digegerkan dengan tragedi pembunuhan sadis, Kamis (3/6) pukul 19:00 wib. Seorang keponakan yang bernama Akub (46) tega membacok pamannya sendiri, Rusli (58) hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Akub membacok pamannya yang sedang makan di kamar tidur dengan sebilah golok. Rusli sempat dibawa ke RSUD Pakuhaji untuk mendapatkan perawatan namun meninggal dunia akibat kehabisan darah. (alfian/gatot)