SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Sebanyak 790 orang mendaftar sebagai bakal calon kepala desa pada Pilkades serentak di Pandeglang tahun 2021 ini. Sebagian besar balon kades itu menamatkan pendidikan terakhir di jenjang SMA atau sederajat.
Kepala Bidang (Kabid) Pemdes pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Pandeglang, Asep Permana mengungkapkan lulusan SMA yang mendaftar sebagai bakal calon kades sebanyak 381 orang. Sementara pendaftar yang menamatkan pendidikan di jenjang SMP sebanyak 272 orang.
“Pemilik ijazah S1 yang mendaftar sebagai balon kades sebanyak 111 orang, paket 9 B orang, diploma 7 orang, paket C 5 orang dan S2 sebanyak 3 orang,”ungkap Asep Permana, Senin (14/6/2021).
Asep menjelaskan, pendidikan terakhir paling rendah yang harus dimiliki balon kades adalah SLTP. Itu sesuai dengan peraturan Bupati Pandeglang nomor 7 Tahun 2021 Tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pelantikan dan Pemberhentian Kades di masa pandemi Covid-19.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 790 orang mendaftarkan diri menjadi bakal calon kades di 207 desa yang tersebar di 32 kecamatan di Pandeglang. Terdapat 27 desa yang total bakal calon kades-nya melebihi ketentuan. Seperti diketahui, pilkades hanya dapat diikuti maksimal 5 bakal calon. Dua desa yang paling banyak bakal calon kades nya adalah Desa Palurahan Kecamatan Kaduhejo dan Desa Labuan.
“Di Desa Palurahan itu Balon Kades-nya ada 11 orang dan di Desa Labuan itu ada 10 orang,” ujarnya.
Dipastikannya, jumlah balon kades tersebut bakal mengalami pengurangan. Karena dalam ketentuan tidak boleh lebih dari 5 dan kurang dari 2 calon. Jadi nanti jelasnya, ada tahapan penyaringan Balon Kades baik melalui pemeriksaan administrasi maupun tes.
Lanjutnya menjelaskan, sesi penyaringan Balon Kades itu bakal dilaksanakan dari penelitian berkas persyaratan yang bakal dilaksanakan selama 4 hari terhitung dari 22-25 Juni 2021 mendatang. Setelah itu tambahnya dilanjutkan penetapan Balon yang berhak mengikuti ujian. “Nanti penetapannya itu tanggal 26 Juni 2021 mendatang,” ujarnya.
Kalau itu semua sudah dilalui bakal masuk pada tahapan pelaksanaan ujian saringan dan penilaian selama 3 hari dari 27-29 Juni 2021. “Kalau itu sudah dilalui, barulah masuk pada penetapan hasil seleksi dan pengumuman calon yang berhak dipilih. Waktunya selama 2 hari terhitung dari 30 Juni – 1 Juli 2021,” tandasnya.(nipal/gatot)