SATELITNEWS.ID, NEGLASARI—Sudah lima tahun jembatan Kedaung rampung dibangun. Namun, jembatan yang menghubungkan wilayah Kedaung Baru Kecamatan Neglasari Kota Tangerang dan Kedaung Barat Kecamatan Sepatan Timur Kabupaten Tangerang belum juga diresmikan.
Pantauan Satelit News.ID di di lokasi, nampak jembatan tersebut masih diblokade dengan beton pada bagian tengahnya. Hal ini pun dimanfaatkan warga sekitar untuk memungut uang pada pengendara mobil bila melintasi jembatan yang rampung dibangun pada Mei 2017 lalu.
Lurah Kedaung Baru, Wawan Gunawan mengatakan peresmian jembatan itu urung terlaksana karena masih ada proyek pembebasan lahan yang belum usai. Pembebasan lahan dilakukan untuk melebarkan akses dari Jalan Iskandar Muda menuju jembatan.
Akses jalan menuju lokasi memang sempit, sekira hanya 7 meter saja. Sehingga tak cukup untuk lalu lintas dua arah kendaraan besar seperti truk dan mobil. “Karena kan ada lahan yang mau dibebaskan. Tapi sampai sekarang belum dibebaskan. Jadi itu belum diresmikan,” ujar Wawan, Rabu, (16/6/2021).
Wawan menjelaskan kalau pembebasan lahan terkendala karena pemilik yang enggan menjual lahannya. Toko sembako menjadi alasan pemilik lahan tidak ingin menjual lahannya. Kata Wawan sang pemilik khawatir bila direlokasi tokonya tidak laris. “Jadi alasannya disana itu hoki. Dia takut kalo pindah dagangannya tidak laris lagi. Padahal ini kan mau dipake untuk jalan,” kata Wawan.
Kata Wawan, rencananya jembatan Kedaung yang merupakan proyek Pemerintah Provinsi Banten itu akan memiliki akses selebar 20 meter dari Jalan Iskandar Muda. Lahan yang dibebaskan di sisi kiri dan kanan sekira 5 meter. Pada sisi kanan hanya terdapat 2 rumah sementara sisanya lahan kosong yang dipagari. Sedangkan, sisi kiri terdapat beberapa rumah. Akses dari Jalan Iskandar Muda ke Jembatan Kedaung sekira 100 meter. (irfan/made)
Baca Juga: Viral Dua Pria Baku Pukul di SPKLU Suvarna Sutera, Diduga Rebutan Isi Daya Mobil Listrik
























