SATELITNEWS.ID, SERPONG–Berawal dari hobi, bisnis yang dibangun Lina S Rahmania kini menggurita. Pengusaha sambal dan makanan beku atau frozen food yang memproduksi barang dagangannya dari kawasan Serpong, Tangerang Selatan itu sudah memiliki puluhan reseller di wilayah jabodetabek bahkan luar negeri. Bagaimana kisahnya?
Lina sudah punya gairah berbisnis sejak muda. Wanita berusia 56 tahun itu telah menjajal banyak jenis usaha selama masa mudanya. Ibu tiga anak itu pernah membuka usaha pakaian hingga furniture.
Itu semua dilakukannya untuk mengisi waktu. Wanita kelahiran Rangkasbitung 15 Agustus 1965 itu berdagang sembari menunggu suaminya pulang kerja.
Setelah mencoba berbagai usaha, Lina memutuskan untuk menjadi seorang pengusaha kuliner profesional pada tahun 2015 lalu. Dia bahkan membangun merek yang diberi nama SanrahFood. Melalui merek dagangnya itu, Lina membuat berbagai macam olahan sambal dan makanan beku.
“Saya putuskan berbisnis sambal dan frozen food karena lebih praktis dan minim kerugian,”ungkap Lina kepada Satelit News, Jumat (18/6/2021).
Hingga saat ini, dia sudah berhasil membuat 4 macam sambal dan 11 jenis makanan beku. Lina membuat sambal bawang extra pedas, sambal daging bebek, sambal ikan tuna dan sambal kecombrang.
Baca Juga: Pendataan Sensus Ekonomi di Tangerang Selatan Hampir Tuntas
Untuk makanan beku, dia membuat bebek ungkep, ayam bakar, ayam kampung ungkep, ayam ungkep boiler, ayam puyuh ungkep, cumi merecon, daging sapi merecon, empal daging sapi, kalasan chiken wings, paru pedas dan tuna cabe ijo.
Seluruh produk yang dibuat, kata Lina, sudah bersertifikasi halal serta memiliki izin BPOM. Untuk harga sambal yang dijual berkisar Rp. 35.000 rupiah sampai Rp. 45.000 rupiah dengan ukuran 135 gram. Sedangkan harga makanan bekunya mulai dari Rp. 45.000 rupiah sampai Rp. 125.000 rupiah.
Setelah enam tahun, Lina berhasil mengepakkan sayap usaha kulinernya ini sudah sampai luar negeri. Dia mengaku sambalnya jauh lebih dikenal oleh orang-orang ketimbang frozen food-nya.
Meskipun begitu Lina mengaku bangga karena sudah memiliki tujuh karyawan serta modal berupa mesin untuk menghemat waktu dan tenaga. Dia juga mempunyai 30 reseller yang tersebar di Jabodetabek dan luar negeri. Dalam satu hari, SanrahFood mampu memproduksi ratusan pcs sambal dan juga frozen food.
“Setiap hari kalau produksi bisa sampai raturan pcs dan tergantung pemesanan juga. Biasanya yang mesan langsung ratusan kaleng gitu jadi harus sedia stok dan selalu habis. Alhamdulillah,”ujar Lina.
Saat ini, modal 20 juta rupiah yang digunakannya ketika pertama kali membangun usaha sudah kembali. Keuntungan yang diraih pun mencapai puluhan juta rupiah per bulan. Lina mengaku bersyukur karena hingga sekarang masih mampu menggaji tujuh karyawannya.
Baca Juga: 5.000 UMKM Binaan Gajah Tunggal Terima Sertifikat Halal
“Kalau keuntungan cukuplah untuk gaji ketujuh karyawan saya, biaya produksi, operasional dan untuk saya sehari-hari. Per-bulan bisa mencapai puluhan juta,” ucapnya sembari tersenyum dan mengucapkan syukur.
Menurut Lina, SanrahFood melakukan promosi dengan berbagai cara. Salah satunya adalah mengikuti berbagai event yang bergengsi seperti Festival Indonesia Moscow, China Asian Expo, Indonesia Freanchise and SME Expo, Festival Kuliner Asean dan masih banyak event lainnya.
Selain produknya yang berkembang, Lina juga “mengepakkan sayap” dengan menjadi pembicara dalam event–event kewirausahaan. Dia berbagi ilmu tentang bisnis yang sudah dia jalankan. Hal inilah yang membuat dia merasa terus muda dan selalu energik. Dia juga berpesan kepada anak muda untuk menggunakan masa mudanya dengan energi dan bersemangat karena waktu tidak akan bisa terulang.
Lina juga membeberkan tips untuk para pengusaha yang ingin memulai bisnisnya. Yang pertama, kata Lina, seorang pengusaha harus siap belajar. Kemudian mampu berkomunikasi dengan orang baru, menghindari terlalu banyak pertimbangan dan langsung eksekusi.
“Jangan gampang tersinggung, konsisten apapun keadaannya, jaga kualitas rasa produk dengan sangat baik dan tingkatkan kualitas produksi produk dengan memperhatikan kemasan dan lain-lain,”pungkasnya. (mg4/gatot)
























