SATELITNEWS.ID, RAJEG—Personel Polsek Rajeg Polresta Tangerang Polda Banten menggelar Operasi Premanisme, Selasa (22/6/2021) malam. Kegiatan Operasi premanisme ini agar terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif. Hasilnya 2 ‘Pak Ogah’ diamankan. Selain itu, Polresta Tangerang juga mengamankan 17 orang yang diduga preman dari berbagai lokasi.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro melalui Kapolsek Akp Tatang Sutisna mengatakan, Operasi Premanisme yang dilaksanakan Polsek Rajeg kami fokuskan di jembatan tepatnya di Desa Rajeg Mulya.
“Kerap terjadi anak remaja kumpul serta melakukan kegiatan semacam ‘Pak Ogah’ atau parkir, dan meresahkan bagi masyarakat yang ingin lewat,” kata Tatang.
Pada kegiatan Operasi Premanisme itu, lanjut Tatang, pihaknya mengamankan 2 orang ‘Pak Ogah’. Keduanya kemudian dibawa ke Polsek Rajeg untuk pendataan dan mendapatkan pembinaan.
“Kami memberikan pembinaan agar jangan memaksa pengguna jalan memberikan salar atau uang,” tandasnya.
Di tempat yang berbeda, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro Wahyu, menghimbau agar masyarakat melapor pada pihak kepolisian apabila mendapati aksi premanisme yang meresahkan masyarakat.
Baca Juga: Kapolres Pandeglang Tegaskan Perkuat Kamtibmas
“Kami mengimbau bagi masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan aksi premanisme,” ujarnya.
Sebelumnya kata Wahyu, jajaran Polresta Tangerang Polda Banten mengamankan 17 orang diduga preman dalam Operasi Premanisme, yang serentak dilaksanakan polsek jajaran, Selasa (22/6/2021). Operasi ini sebagai pelaksanaan instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan atensi Kapolda Banten Irjen Pol Dr Rudy Heriyanto Adi Nugroho, SH, MH, MBA.
“Sebanyak 17 orang yang kami amankan menjalani pemeriksaan menjalani proses pembinaan,” ungkapnya.
Wahyu menerangkan, 17 orang preman yang diamankan didapat dari 6 Lokasi operasi yang dilaksanakan polsek jajaran. Yakni Polsek Tigaraksa mengamankan 3 preman, Polsek Mauk mengamankan 2 preman, Polsek Rajeg mengamankan 5 preman, Polsek Cisoka mengamankan 2 preman, Polsek Panongan mengamankan 3 preman, dan Polsek Kronjo mengamankan 2 preman.
“Kami masih akan terus menggelar razia preman dan pelaku Pungli guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” ujar Wahyu.
Wahyu menegaskan, tidak akan memberikan ruang bagi aksi premanisme dan aksi Pungutan Liar (Pungli). Menurutnya, gencarnya operasi diharapkan menimbulkan efek jera sehingga tidak ada lagi aksi premanisme dan pungli. Wahyu juga memastikan, akan menindaklanjuti informasi dan laporan dari masyarakat terkait premanisme dan pungli.
Baca Juga: Patroli Keamanan Wilayah Banten, 70 Personel Gabungan Diterjunkan
“Kegiatan razia preman dan razia pungli ini juga sekaligus untuk mencegah terjadinya kejahatan jalanan atau street crime seperti curanmor, Curas, dan curat,” terang Wahyu.
Dikatakan Wahyu, masyarakat dapat melaporkan dan menginformasikan dalam kurun 24 jam melalui kantor polisi terdekat atau call center 110 yakni aplikasi pengaduan masyarakat. (aditya)
























