SATELITNEWS.ID LEBAK–Masyarakat adat Baduy, Lebak kini tengah bersedih akibat tingkat penjualan madu asli produk mereka menurun. Padahal, produk asli masyarakat suku yang berada di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar memiliki khasiat baik untuk kesehatan.
Diduga selain lantaran Covid-19, lesunya penjualan cairan kental dari sekresi gula tumbuhan (nektar bunga) atau dari sekresi serangga lainnya itu juga akibat beredarnya madu palsu setahun lalu.
Padahak, madu asli memiliki berbagai kasiat seperti dapat menyehatkan jantung. “Madu Baduy sedang mengalami penurunan penjualan akibat tidak adanya pengunjung ke Baduy, di masa pandemi Covid-19. Satu lagi, pasca beredarnya madu palsu,” kata Tetua Adat Baduy yang juga Kepala Desa Kanekes, Jaro Saija.
Menurut Jaro Saija, untuk saat ini memang banyak orang yang masih ragu untuk membeli madu asli Baduy. Namun, bukan berarti budidaya berhenti melainkan terus dilestarikan. “Kalau orang sudah tahu madu asli, mereka tidak akan ragu. Kalau yang umumnya merk yang tidak tahu akan ragu,” katanya.
Pasca beredarnya palsu, ia sendiri saat ini tengah menyiapkan madu asli Baduy dengan membudidayakan lebah di hutan yakni lebah madu biasa dan madu odeng. “Lebah biasa sendiri itu dibudidayakan di hutan dengan cara membuat peti. Untuk saat ini ada 240 peti yang pelihara,” katanya.
Madu baduy sangat diminati oleh berbagai kalangan. Maka tidak aneh jika banyak orang saat mencari madu ini. “Saat ini, produksi madu Baduy terbatas, saya mengimbau agar masyarakat yang akan membeli madu untuk selalu waspada,” tandasnya.(mulyana/made)