SATELITNEWS.ID, LEBAK—Seorang balita asal Kabupaten Lebak NS (4) diduga menjadi korban penganiayaan oleh JH yang tidak lain merupakan ibu tirinya. Kini, kasusnya dalam penanganan Polres Lebak. Berdasarkan keterangan Sukani (51) yang merupakan kerabat korban, keluarga terpaksa melaporkan kejadian ini kepada kepolisian lantaran tak tega melihat balita tersebut dianiaya ibu tirinya.
“Kejadian itu diketahui saat meringis kesakitan akibat luka memar bagian tubuhnya ketika dibawa pulang ke rumah keluarga yang berada di Desa Intenjaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, beberapa hari lalu,” kata Sukani kepada wartawan, di Mapolres Lebak, Sabtu (26/06/2021).
“Jadi saat itu korban dibawa keluarga ke rumah yang di Cimarga, terus ngeluh sakit. Terus kita bawa ke tukang urut, eh pas diurut ternyata banyak memar ditubuhnya, termasuk di bagian kelaminnya,” sambungnya.
Sukani mengatakan, korban sendiri sebelumnya tinggal bersama dengan JH dan ayah kandungnya yakni Uki di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, selama satu bulan terakhir.
Katanya, JH dan Uki sendiri telah menikah selama dua tahun, namun tidak kunjung dikaruniai anak dari hasil pernikahannya itu. “Jadi selama dua tahun itu, korban diasuh keluarga di Cimarga, dan baru akhir-akhir ini dibawa oleh JH ke Maja. Namun, karena kondisinya seperti itu, korban dibawa pulang,” ungkapnya.
Sukani yang tidak lain merupakan kaka dari Uki itu mengaku tidak kuasa saat melihat kondisi NS yang dipenuhi oleh memar itu. Maka, dirinya bersama dengan pihak keluarga lainnya setuju untuk melaporkan JH ke pihak kepolisian. “Kita laporkan, dan sekarang lagi divisum. Kita harap pelaku yang sudah membuat korban itu dapat diberikan sanksi berat,” pungkasnya.
Baca Juga: Ribuan Pramuka Garuda Lebak Didorong Jadi Generasi Berkarakter
Sementara, Kanit PPA Satreskrim Polres Lebak IPDA Alfian Hazali membenarkan kasus tersebut. Katanya, pihaknya sendiri sudah mendapatkan laporan dari pihak keluarga mengenai kasus dugaan penganiayaan anak yang dilakukan ibu tirinya. “Sudah kita terima laporan, dan pastinya akan kita tanggani,” pungkasnya.(mulyana/made)
























