SATELITNEWS.ID, SERANG–Tingkat hunian hotel di kawasan wisata Anyer – Cinangka, Kabupaten Serang, kembali merosot. Hal ini terjadi, akibat adanya pembatasan disejumlah daerah, akibat tingginya kasus penyebaran Covid-19.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang, Sukarjo mengatakan, biasanya wisatawan dari Jabodetabek cukup banyak. Bahkan saat weekend, hunian biasanya penuh. Namun saat ini, rata-rata weekend hanya 80 persen. Sementara hari biasa, hanya ada satu dua dan tiga, bahkan kosong.
Menurut Sukarjo, merosotnya tingkat hunian ini akibat adanya pembatasan dibeberapa wilayah yang masuk zona hitam dan merah, seperti di Bogor dan Bekasi. “Jadi merosot lagi. Terutama instansi dan swasta ada yang ditunda (menginap) seperti, dari MAN Rangkasbitung ditunda dari Depagnya,” kata Sukarjo, saat ditemui disela-sela kegiatan vaksinasi, Selasa (29/6).
Ia-pun berharap, Pemerintah Daerah (Pemda) dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan di Anyer – Cinangka. Hal ini, sejalan dengan imbauan dari Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. “Kalau di Bali itu, ide dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. Itu juga diminta, semua daerah diberlakukan sama berkantor di objek wisata masing – masing. Ibu Bupati juga mewacanakan, tapi kalau wacana imbauan ini belum signifikan,” paparnya.
Ia juga mengungkapkan, semua hotel sangat menyambut baik adanya imbauan tersebut. Karena bisa meringankan biaya operasional sehari-hari, untuk semua perhotelan. “Semua hotel, anggota kami malah senang dibantu seperti itu. Minimal rapat-rapat, paling tidak meringankan, sehari-hari kan hotel ada biaya seperti listrik, air dan gaji karyawan. Itu biaya rutin, yang dikeluarkan baik ada tamu ataupun tidak,” imbuhnya. (sidik/mardiana)