SATELITNEWS.ID, SERANG—Antuasiasme warga Kota Serang mengikuti vaksinasi massal yang digelar oleh Pemkot Serang di 13 titik cukup tinggi. Jumlah masyarakat yang ikut pada program vaksinasi sangat membeludak di beberapa titik sehingga terjadi antrean yang cukup panjang. Bahkan, antrean itu hingga membuat seorang warga pingsan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah warga terlihat cekcok dengan petugas lantaran proses vaksinasi dinilai warga acak acakan. Bahkan, Wakil Walikota Serang, Subadri Ushuludin, yang memantau jalannya vaksin geram lantaran menimbulkan kerumunan yang membludak dan tidak diatur oleh petugas. Ia pun turut menenangkan warga yang marah.
Salah seorang warga, Ardiansyah mengaku kecewa dengan pelaksanaan vaksinasi massal yang diselenggarakan oleh Pemkot Serang. Hal itu lantaran kacaunya sistem yang di terapkan oleh panitia. Apalagi, ada diskriminasi layanan yang dilakukan oleh panitia.
“Tadi mereka ada yang datang langsung masuk, dikumpulkan datanya oleh oknum, didaftarkan langsung tanpa harus ikut ngantri,” ujarnya saat ditemui di terminal Cipocok Jaya, Selasa (29/6/2021).
Warga lainnya, Restu, mengaku kecewa ketika nomor antrean tidak sesuai dengan pemanggilan giliran. “Kami disuruh ambil nomor antrean, tapi ternyata disuruh antre lagi dan nomor antreannya tidak terpakai. Penuh banget, jadi berkerumun,” katanya.
Lantaran tidak jelas, ia pun memutuskan untuk pindah lokasi vaksinasi dari Terminal Cipocok Jaya, ke Untirta. Sebab informasi yang ia dapat, di Untirta antreannya sedikit dan ia pun sudah bosan menunggu selama tiga jam.
Baca Juga: KSPSI Diminta Kawal Penyaluran THR, Pemkot Alokasikan Untuk PPPK
“Katanya di sana (Untirta) enggak terlalu penuh, di sini kami sudah tiga jam nunggu,” terangnya.
Di sisi lain, seorang Warga Kota serang yang bekerja di Smartfren Pakupatan, Zaenudin, terjatuh pingsan usai mendapatkan vaksin. Pria tersebut langsung terjatuh pingsan beberapa saat setelah disuntik vaksin dan diobservasi oleh petugas.
Salah satu rekan kerjanya, Aji, menuturkan bahwa Zaenudin datang ke lokasi Vaksinasi dalam kondisi belum sarapan. Karena antrian yang cukup panjang dan lama, sehingga membuat korban kelelahan.
“Abis divaksin tadi kan ngumpulin berkas, dia pengen muntah. Gak lama setelah itu dia ambruk. Kayaknya belum sarapan, soalnya kami tadi pagi datang jam 10. Antre cukup lama,” katanya.
Sepengetahuannya, Zaenudin tidak punya penyakit lain. Karena jauh hari sebelum vaksinasi, kantornya sudah melakukan wawancara kepada seluruh karyawannya yang akan di Vaksin, untuk memastikan tidak ada riwayat penyakit yang dilarang menerima vaksin.
“Sebelum divaksin kan di kantor ditanya dulu punya riwayat penyakit apa, bersedia enggak untuk divaksin. Bilang ke saya sih siap, gak punya penyakit apa-apa,” terangnya.
Baca Juga: THR ASN Pemkot Serang Capai Rp45 Miliar, Untuk PPPK Paruh Waktu Belum Teralokasikan
Selain karena belum sarapan, Zaenudin juga memiliki phobia terhadap jarum suntik sejak kecil. Setiap kali disuntik, Zaenudin akan mengalami hal-hal seperti pingsan, mual dan lain-lain.
“Sebenernya dia fobia jarum sih dari kecil, setau saya dia pernah cerita kalau habis di suntik ya kaya gitu, pingsan segala,” katanya.
Untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, Zaeundin langsung dilarikan ke RSUD Kota Serang dengan menggunakan ambulan.
Sementara itu, Wakil Walikota Serang, Subadri Ushuludin, mengaku jika antuasiasme warga unutk mengikuti vaksinasi sangat tinggi. Itu semua terbukti ketika membeludaknya para warga yang ingin mengikuti vaksinasi.
“Saya bersyukur masyarakat sadar akan kesehatan dan mereka dengan berbondong-bondong datang kesini, tujuannya untuk sehat. Alhamdulilah antusiasnya tinggi. Mudah-mudahan setelah vaksinasi masyarakat diberikan kesehatan,” ujarnya.
Menurutnya, memang sempat terjadi keributan lantaran ada warga yang tidak tertib. Namun hal tersebut dapat segera diatasi. Bahkan terlihat, Subadri sempat mencak-mencak kepada panitia karena tidak menyediakan kursi untuk masyarakat.
Baca Juga: Klaim Bisa Hasilkan Listrik 35 MW, Pemkot Serang ‘Keukeuh’ PSEL Cilowong Masuk PSN
”Kami ingin tujuan vaksinasi ini untuk ikhtiar memutus mata rantai bisa tercapai. Ada satu dua yang tidak tertib, itu biasa lah menimbulkan kecemburuan. Tadi saya sudah perintahkan untuk menyediakan kursi, agar mereka tidak terlalu berdiri dan jaga jaraknya jelas kalau emang ada kursi,” imbuhnya.
Subadri mengatakan, untuk masyarakat yang belum divaksinasi, dapat segera mendatangi kelurahan dan fasilitas kesehatan yang ada dilingkungan mereka. “Sebelumnya sudah kami buka vaksin di puskesmas. Yang tidak kebagian hari ini, saya arahkan untuk datang ke kelurahan ataupun ke puskesmas terdekat,” jelasnya
Sedangkan terkait dengan sistem pendaftaran daring dan luring yang masih belum tertib, itu akan menjadi catatan untuk pelaksanaan vaksinasi selanjutnya.
“Itu jadi PR Pemkot Serang. Kan ini gebyar, untuk hari-hari biasa tidak semembludak ini. Ke depan akan kami atur biar lebih afdol. Kalaupun saat ini belum sempurna, kami mohon maaf karena saat ini petugas kami terbatas dan yang datang juga membeludak,” tandasnya. (dzh/bnn/gatot)
