SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang, bakal mengguyur bantuan sebesar Rp 35 juta, kepada para penyandang tunarungu di Kabupaten Pandeglang.
Kepala Dinsos Pandeglang, Nuriah menyatakan, selama ini Bupati Pandeglang melalui Dinsos Pandeglang, bukan hanya fokus terhadap warga yang ekonominya menengah kebawah saja. Namun, terhadap penyandang disabilitas salah satunya tunarungu, yang juga jadi perhatian.
“Semua lapisan masyarakat sangat diperhatikan, oleh ibu Bupati. Dalam waktu dekat, atas perintah ibu Bupati kami bakal memberikan bantuan kepada para tunarunggu,” kata Nuriah, usai mendampingi Bupati Pandeglang, Irna Narulita, melakukan koordinasi dengan Tunarungu di opproom Setda Pandeglang, Senin (5/7).
Bantuan kali ini, bakal diberikan kepada tujuh orang tunarungu yakni, berupa alat bantu pendengaran. Dengan total bantuan yang sudah dianggarkan olehnya, sebesar Rp 35 juta.
Katanya, bantuan itu belum bisa cepat langsung diberikan, karena terlebih dahulu perlu adanya pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter ahli kepada para tunarungu tersebut.
“Rp 35 juta itu, total untuk tujuh orang. Namun nanti yang menentukan harga alatnya, dokter spesialis. Saat ini masih proses verifikasi dan validasi data. Karena sebelum mendapatkan alat bantu dengar, mereka harus diperiksakan dulu oleh dokter spesialis,” tambahnya.
Baca Juga: Sidak WP, DPRD Pandeglang Canangkan Revisi Perda Pajak Daerah
Sebetulnya tambah Nuriah, bukan kali pertama perhatian terhadap tunarungu tersebut diberikan. Akan tetapi klaimnya, pihaknya selalu mendukung dan memfasilitasinya seperti, memberikan pelatihan tata boga dan diberikan bantuan alat-alatnya.
“Tak lama ini, ada sebanyak tiga orang penyandang rungu wicara, yang mendapatkan program pelatihan. Bahkan kami juga memberikan alat tata boga, dan permodalan,” ujarnya lagi.
Namun ditegaskannya, perhatian tersebut tak akan sampai disitu. Pihaknya juga bakal mendorong, agar para tunarungu dapat mengikuti pelatihan kerja. “Kita lihat nanti. Apakah kita kirim anak-anak ini ke Balai Pelatihan Kerja di Provinsi Banten, atau di Bogor,” tandasnya.
Bupati Pandeglang, Irna Narulita menegaskan, para penyandang tunarungu di Kabupaten Pandeglang, tidak boleh termarjinalkan. Maka dari itulah, bakal selalu ada perhatian kepada mereka.
“Anak-anak ini juga merupakan aset kami. Pemerintah akan selalu ada untuk mereka. Mereka juga harus produktif,” ungkap Irna. (nipal/mardiana)
























