SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Toko Bunga Dias Kusuma yang berada di Jalan Kisamaun, Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, mengalami peningkatan penjualan yang cukup signifikan selama dua minggu ini. Sebelumnya pesanan yang diterima mayoritas untuk acara pernikahan. Namun saat ini pesanan didominasi oleh ucapan bela sungkawa untuk korban yang meninggal dunia, salah satunya akibat Covid-19.
“Kita banjir orderan itu dari awal bulan Juli, dan kebanyakan itu untuk (ucapan) berduka cita,” ujar Muhammad Hafidin (30), owner Toko Bunga Dias Kusuma, Kamis (15/7/2021).
Akibat banyaknya permintaan, para pegawai pun harus rela bergantian untuk jam makan siang. “Kemarin juga ada pesanan yang minta diantar sampai ke pemakaman. Terus juga ada beberapa yang kedua orang tuanya meninggal. Saya sampai bingung harus bersyukur seperti apa,” Tuturnya.
Dalam pertengahan bulan ini, Hafidin mengaku telah menjual lebih dari 70 unit karangan bunga. Tingginya pesanan, kata dia, turut mengerek omzet binisnya hingga tembus Rp40 juta. Padahal, biasanya dalam sebulan hanya mampu meraup omzet Rp25 juta sampai Rp30 juta.
Pria yang kerap disapa David ini mengungkapkan, toko yang baru saja berjalan selama tiga tahun ini buka selama 24 jam, dengan 4 orang pegawai tetap. Untuk membuat satu unit karangan bunga kata dia, membutuhkan waktu sedikitnya 30 menit. “Karena permintaan pelanggan kadang 2 jam setelah pemesanan langsung dikirim,” jelasnya.
David mengaku terdapat perbedaan pada produk toko karangan bunga. Seperti dalam pembentukan huruf yang akan ditempel pada papan. Selain itu, untuk ukuran yang tersedia ditokonya yakni karangan bungan dengan panjang 2 meter, serta tinggi 120 Cm dan 150 Cm.
Baca Juga: Rumah Kos Dicurigai Jadi Lokasi Prostitusi Terselubung, Mahasiswa Demo ke Kantor Camat Tangerang
“Dibentuk sendiri dengan menggunakan alat hasil kreatifitas dan juga bisa dengan kalimat sambung,” kata bapak dari empat orang anak ini.
David mengungkapkan, modal awal pada saat membuka usaha tahun 2018 hanya sebesar Rp100 ribu, dan lokasinya pun terletak di Joglo, Kota Jakarta Barat. Kemudian pada pertengahan tahun 2019 dia memilih pindah ke Tangerang, karena menurutnya pada saat itu konsumen rata-rata dari wilayah Tangerang. Selain itu, dia juga memiliki 1 founder yang membantu dalam segi pemasaran dan 5 orang reseller.
Ia pun berencana untuk membuka cabang, karena usaha tersebut sudah memiliki banyak pelanggan tetap. “Rencananya saya mau nambah toko, cuma belum ke handle karena pesanan dari reseller juga membludak,” pungkasnya. (neneng/aditya)
























