Minggu, 13 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Kisah Keluarga Pasien Non Covid-19 di Kota Tangerang; Istri Tak Bisa Cuci Darah, Suami Bolak-balik Cari Oksigen

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Senin, 19 Jul 2021 15:02 WIB
Rubrik Headline, Kota Tangerang, Metro Tangerang
Kisah Keluarga Pasien Non Covid-19 di Kota Tangerang; Istri Tak Bisa Cuci Darah, Suami Bolak-balik Cari Oksigen
FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Kelangkaan oksigen akibat melonjaknya angka pasien Covid-19 membuat banyak pihak di Kota Tangerang kelimpungan. Salah satunya adalah Ahmadi.

Dia harus berjibaku untuk mendapatkan oksigen demi menyelamatkan istrinya Atikah yang didiagnosa mengalami gagal ginjal. Setiap dua jam sekali, Ahmadi harus memperoleh oksigen untuk memperpanjang nafas sang belahan jiwa.

Atikah, warga RT 03 RW 04, Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang hanya terkulai lemah di tempat tidurnya saat sejumlah relawan kemanusiaan Kota Tangerang datang ke rumahnya. Nampak selang oksigen dipasang pada hidung wanita 56 tahun itu.

Saat itu, para relawan diantaranya Risna Mei Swares, Afri Rufaidah, Nur Aini, Cahyo, Karimudin dan Iksan Susandi disambut oleh anak ketiga Ahmadi, Yusri Irawan. Sementara, sang ayah Ahmadi sedang pergi ke pusat pemerintahan kota (Puspemkot) Tangerang untuk mendapatkan pasokan isi ulang oksigen gratis yang difasilitasi oleh Pemerintah.

“Bapak lagi ngambil oksigen di Puspem untuk ibu. Sebentar lagi juga dateng,” kata Yusri saat disambangi pada Jumat, (16/7/2021) malam.

Kedatangan relawan tersebut untuk memberikan bantuan sembako kepada Ahmadi beserta keluarga. Pasalnya, Ahmadi sempat menjadi perhatian tatkala mengantre oksigen gratis di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang. Dia bolak-balik datang dengan menggunakan sepedanya. Menurut penuturannya kala itu, oksigen akan diberikan oleh istrinya yang tengah dirawat di rumah.

Baca Juga: Ribuan Ikan Mati di Situ Cangkring Tangerang, DLH Turun Tangan dan Larang Warga Konsumsi

Yusri menceritakan awal mula ibunya mengidap gagal ginjal. Kata dia, Atikah sudah setahun ini menderita penyakit tersebut. Bermula dari maag akut, jantung yang kemudian menjalar hingga ginjal. Alat bantu pernafasan tersebut juga sudah berlangsung selama setahun.

“Sudah setahun. Komplikasi ibu. Kalau nggak pake oksigen gak bisa nafas dia,” katanya.

BeritaTerbaru

Cegah Balap Liar di Puspemkab Tangerang, Polisi Amankan Empat Motor

Sabtu, 12 Sep 2026 20:05 WIB
FIFGROUP Cabang Cikupa Perkuat Kepedulian, Lewat Donor Darah dan Edukasi Mengelola Keuangan Sejak Dini

FIFGROUP Cabang Cikupa Perkuat Kepedulian, Lewat Donor Darah dan Edukasi Mengelola Keuangan Sejak Dini

Sabtu, 12 Sep 2026 16:58 WIB
Golkar Kota Tangerang Mulai Proses Pengganti Alm Rusdi Alam

Sachrudin: Saiful Millah Terpilih Sebagai Ketua DPRD Kota Tangerang

Sabtu, 12 Sep 2026 13:31 WIB

Helikopter HR-3604 Perluas Pencarian Rombongan Wartawan di Selat Sunda

Sabtu, 12 Sep 2026 13:04 WIB

Setiap Minggu, Atikah harus menjalani cuci darah. Beruntung, kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) miliknya masih berlaku. Bila tidak, entah apa yang akan terjadi. Pasalnya, mereka hidup di tengah kemiskinan. Yusri yang menganggur setelah di PHK dari pekerjaan sementara Ahmadi sudah tak bekerja lagi.

“Iya kita pakai BPJS. Jadi tiap Minggu bolak balik ke RSUD Kota Tangerang untuk cuci darah,” kata Yusri.

Kisah Keluarga Pasien Non Covid-19 di Kota Tangerang; Istri Tak Bisa Cuci Darah, Suami Bolak-balik Cari Oksigen
TERBARING: Atikah terbaring di rumah ditemani anggota keluarga. Atikah seharusnya melakukan cuci darah sekali dalam seminggu.
(IRFAN MAULANA/SATELITNEWS.ID)

Yusri mengatakan meningkatnya kasus Covid-19 membuat rumah sakit penuh. Sehingga, ibundanya yang sakit parah tidak bisa mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

“Terpaksa di rumah saja. Sekarang begini saja nggak pake obat. Cuma pakai oksigen,” katanya.

Baca Juga: Wali Kota Tangerang Sachrudin Putuskan PJJ Diperpanjang hingga Jumat

Yusri mengatakan, ibunya membutuhkan pasokan oksigen 1 kubik per dua jam sekali. Otomatis hal ini membuatnya harus sigap memantau keadaan ibunya.

“Satu oksigen bertahan cuma dua jam (ukuran 1 kubik). Kita punya 2 tabung itu juga minjem. Jadi setiap dua jam ganti. Paling kalau malem kan mau tidur itu tekanannya dikecilin biar bertahan sampe pagi,” katanya.

Di tengah perbincangan, Ahmadi pun datang dengan wajah yang cemas dan nafas terengah-engah. Dia mengabarkan kalau saat itu tidak mendapatkan oksigen. Pasalnya, sudah lewat batas waktu yang ditentukan Pemkot Tangerang untuk pengisian oksigen gratis. Diketahui, posko pengisian oksigen gratis dibuka setiap hari namun sampai batas Pukul 16.00 WIB.

“Udah nggak bisa ngisi lagi,” katanya.

Perjalanan Ahmadi dari rumah dengan mengayuh sepeda ke kantor MUI Kota Tangerang untuk memperoleh oksigen gratis terasa sia-sia. Dia bingung harus mencari kemana lagi di tengah kelangkaan oksigen. Apalagi, saat itu sudah waktunya oksigen Atikah diganti.

“Ini sudah mau dua jam (oksigen) dia (Atikah) pakai, harus diganti,” katanya.

Beruntung, salah satu relawan bersedia mencari oksigen tersebut. Sekira 1 jam relawan pun datang dengan membawa tabung yang berisikan oksigen. Raut senang Ahmadi terpancar. Salah seorang relawan berlatar belakang kesehatan, Risna langsung sigap memasang selang oksigen yang tabungnya sudah diganti.

“Alhamdulilah, terima kasih banyak,” kata Ahmadi.

Setelah itu, para relawan pun kembali berbincang dengan Ahmadi. Pria 71 tahun mengatakan setidaknya Atikah membutuhkan hingga 10 tabung berukuran 1 kubik oksigen untuk bertahan hidup setiap harinya.

“Setiap hari itu paling sedikit 8 tabung. Kadang juga 10 tabung. Kalau dulu (sebelum kasus Covid-19 meningkat) masih gampang carinya. Sekarang susah. Saya sampai cari ke Bintaro, ke Jakarta Selatan,” katanya.

Dirinya harus mengeluarkan kocek Rp 30 hingga Rp 40 ribu untuk sekali isi tabung oksigen ukuran 1 kubik. “Sehari mungkin bisa Rp 300-Rp 400 ribu buat beli oksigen,” imbuh Ahmadi.

Meski tak bekerja, Ahmadi mengaku uang yang dia dapat tersebut berasal dari bantuan tetangga dan anak dan cucunya.

“Kadang tetangga ada yang suka kasih juga kan,” ungkap pria 6 anak ini.

Beruntung, Pemkot Tangerang menyediakan pokso pengisian oksigen gratis bagi warga. Posko tersebut sudah dibuka sejak Rabu, (14/7/2021). Ahmadi pun merasa terbantu dengan hal tersebut.

“Iya alhamdulilah pas dapet info ada oksigen gratis di Puspem saya langsung kesana,” kata.

Kendati demikian, Ahmadi mengaku malu lantaran setiap dua jam sekali bolak balik ke kantor MUI Kota Tangerang untuk mengisi oksigen. Sehingga, sesekali dirinya mencari oksigen ke toko-toko.

“Suka malu. Gak enak aja kalo ngisi kesana terus. Kata pak Gufron (Kepala Bidang Kedaruratan untuk BPBD Kota) enggak apa apa ngisi aja gitu. Tapi saya enggak enak,” tuturnya.

Diketahui, Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kota Tangerang sempat menyambangi kediamannya sekaligus memberikan bantuan beberapa waktu lalu.

Ahmadi mengatakan istrinya kini hanya dapat terbaring di tempat tidur. Berdiri pun tak mampu. Semua dilakukan di tempat tidur.

“Buang air di tempat tidur. Makan minum juga. Kalau mandi paling dilap saja,” tuturnya.

Meski begitu, Ahmadi mengaku tak merasa terbebani dengan keadaan itu semua. Kata dia apapun akan dilakukan demi istrinya. Ini kata dia adalah bentuk kecintaannya kepada Atikah.

“Ya dia kan istri saya. Dia tanggung jawab saya. Masa dibiarkan,” ucap Ahmadi.

Ahmadi mengatakan apapun yang terjadi menimpa hidupnya sekarang adalah cobaan dari Allah. “Ya saya ikhtiar dan tawakal aja,” imbuhnya.

Kata dia hidup ada di tangan Allah. Namun, begitu manusia harus bisa ikhtiar dan tawakal. Sembari berdoa ujian tersebut dapat dilewati.

“Allah juga tau sampai mana kekuatan kita kan. Jadi ya sudah jalani saja,” kata Ahmadi.

Kini, yang dia harapkan adalah kesembuhan istri tercinta. Meskipun di tengah kemiskinan, Ahmadi yakin Tuhan tidak akan memberi ujian di luar batas kemampuan hamba-Nya. (irfan)

Tags: kota tangerangoksigenrelawan
Share1TweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Banten Region

Pencarian Jurnalìs yang Hilang Diperluas Melalui Udara dan Laut

Sabtu, 12 Sep 2026 12:34 WIB
Kota Tangsel

HUT ke-24, Polsek Serpong Santuni Anak Yatim dan Doakan Lima Jurnalis Hilang

Sabtu, 12 Sep 2026 12:02 WIB
Banten Region

Diduga Hirup Gas Beracun Saat Perbaiki Mesin Air, Warga Kab Serang Jatuh ke Sumur

Sabtu, 12 Sep 2026 11:53 WIB
Kota Tangerang

DPRD Kota Tangerang Dorong Penyediaan Air Bersih dan Salat Istisqa

Sabtu, 12 Sep 2026 09:52 WIB
Banten Region

Doa dari Ratusan Masyarakat Carita untuk Keselamatan Rombongan Jurnalis yang Hilang

Sabtu, 12 Sep 2026 09:01 WIB
Headline

Gempa M6,5 Guncang Kepulauan Seribu

Sabtu, 12 Sep 2026 08:46 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

MEMBAGIKAN MASKER : Sejumlah relawan FBn membagikan masker secara gratis kepada pengendara di wilayah Kota Serang. (ISTIMEWA)

1.800 Masker Gratis Dibagikan Kepada Pengendara di Kota Serang dan Cilegon

Selasa, 8 Sep 2026 14:16 WIB
Pabrik Plastik Terbakar di Balaraja, Warga Panik

Pabrik Plastik Terbakar di Balaraja, Warga Panik

Senin, 7 Sep 2026 08:22 WIB
MEMIMPIN RAKOR : Gubernur Banten Andra Soni (kanan), memimpin rakor pemantauan aktivitas GAK. (ISTIMEWA)

Kasus ISPA Capai 4.500, Pemprov Banten Perpanjang PJJ

Rabu, 9 Sep 2026 10:00 WIB
Ribuan Ikan Mati di Situ Cangkring Tangerang, DLH Turun Tangan dan Larang Warga Konsumsi

Ribuan Ikan Mati di Situ Cangkring Tangerang, DLH Turun Tangan dan Larang Warga Konsumsi

Kamis, 10 Sep 2026 17:23 WIB
Belum Daftar SLHS, 1.999 Dapur MBG Ditutup Sementara

Belum Daftar SLHS, 1.999 Dapur MBG Ditutup Sementara

Rabu, 9 Sep 2026 07:42 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.