SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Kasus penganiayaan dengan senjata tajam yang menimpa kakak beradik warga Perumahan Karang Tengah Permai, Kelurahan Karang Timur, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang berinisial BD dan FAD hingga kini masih belum menemui titik terang. Polsek Ciledug belum menentukan tersangka penganiayaan tersebut.
Padahal kasus tersebut sudah berlangsung sejak Sabtu, (18/07). Polsek Ciledug masih mendalami kasus penganiyaan yang kakak-beradik itu. Kapolsek Ciledug Kompol Poltar L Gaol mengaku telah memeriksa beberapa saksi terkait kasus kekerasan itu.
“Kalau tidak salah sudah ada tujuh orang yang kami periksa. Untuk lebih jelasnya bisa ke Kanit Reskrim,” ungkapnya, Selasa (27/07/2021).
Kata dia, dari hasil pemeriksaan terhadap saksi-saksi belum ditemukan kasus itu terjadi karena gonggongan anjing. Diketahui, sebelumnya penganiayaan tersebut menurut korban bermula karena gonggongan anjingnya terhdap sekelompok pemuda yang lewat depan rumahnya. “Bukan itu, bukan karena gonggongan anjing. Kami masih dalami kasus ini,” tukasnya.
SatelitNews.Id belum mendapat kejelasan dari Kanit Reskrim Polsek Ciledug, Iptu James Herizanto. Saat dihubungi, James belum merespon.
Sebelumnya, diberitakan peristiwa berdarah terjadi di Perumahan Karang Tengah Permai, Kelurahan Karang Timur, Kecamatan Karang Tengah. Kejadian ini menimpa dua orang kakak beradik yakni BD dan FAD. Rumah korban diserang sekelompok pemuda itu karena tak terima digonggong anjingnya. Tak tak itu, mereka juga menganiaya BD dan FAD menggunakan senjata tajam.
Baca Juga: Wali Kota Tangerang Sachrudin Putuskan PJJ Diperpanjang hingga Jumat
Adik korban, KD menceritakan peristiwa ini bermula ketika sekelompok pemuda mendapat gonggongan anjing miliknya pada Sabtu, (18/7/2021) lalu. Disinyalir kelompok tersebut melintas di depan rumahnya saat akan tawuran.
Tidak terima dengan itu, sekelompok pemuda tersebut pun menghujani rumah korban dengan batu. Beruntung, kejadian saat itu tidak membuat korban celaka lantaran langsung dibubarkan oleh warga setempat. “Saat itu, (Sabtu/17/7/2021) kami di dalam rumah karena diserang. Kami juga sempat keluar tapi mereka banyak bawa senjata tajam dan beruntungnya malam itu kami dibantu warga bubarin mereka,” ujar KD, Rabu (21/7/2021). (irfan)
























