SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Masyarakat Pandeglang dibuat tercengang dan kecewa, saat mendapat bantuan beras PPKM. Karena saat dibuka, kualitas beras itu “buruk” atau dalam keadaan mengeras, berwarna kuning, berkutu dan kotor.
Beras yang diterima dari Bulog Sub Divre Lebak – Pandeglang dan disalurkan oleh PT POS Indonesia Kabupaten Pandeglang itu, diketahui kualitasnya “buruk” oleh masyarakat Kampung Cihaseum, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Kamis (5/8/2021).
Seorang warga yang menerima beras bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Uki mengatakan, beras yang diterimanya itu benar-benar mengecewakan, tak layak untuk konsumsi.
“Berasnya itu berwarna kekuning-kuningan, terus agak berbau, ada kutunya juga. Yang lebih parah lagi, banyak yang sudah bulukan (usang),” aku Uki, Kamis (5/8/2021).
Senada, warga Kampung Kebon Cau, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Dedi, merasa sangat kecewa lantaran beras bantuan dari pemerintah tersebut, tidak layak konsumsi.
“Ini bukan untuk manusia kang, lihat saja berasnya seperti apa. Masa kita dikasih beras begini, nggak manusiawi. Binatang juga kalau kata kasarnya, pasti menolak untuk memakannya,” tandasnya geram.
Baca Juga: Karya Bakti TNI Skala Besar Tuntaskan Pembangunan Jalan 18 Km di Cimanggu Pandeglang
Lurah Pandeglang, M. Apendi mengaku, pihaknya hanya diminta oleh pihak Kecamatan Pandeglang dan PT. Pos, untuk menyediakan tempat penyimpanan Bansos beras tersebut.
Ia tak mengetahui, jika kualitas beras bantuan itu sudah menggumpal dan tak layak dikonsumsi, saat diterima oleh masyarakatnya.
“Jadi bantuan beras ini, kemarin ada dua tahap. Pertama, bantuan dari pusat tanggal 2 Agustus yang disalurkan untuk 840 KPM. Terus besoknya, bantuan PKH untuk 464 KPM. Kami terima surat melalui kecamatan, yang memohon supaya menyediakan tempat saja, yang menyalurkannya PT Pos,” ungkap Apendi.
Usai menerima laporan itu, ia langsung mengecek beras yang belum disalurkan ke masyarakat. Hasilnya kata dia, terdapat puluhan karung dengan kondisinya juga menggumpal seperti batu.
“Kami nggak tahu, kalau kondisi berasnya sudah begitu. Kami juga kaget. Nanti kami koordinasikan ke pimpinan, untuk menindaklanjuti masalah ini,” imbuhnya. (nipal/mardiana)





















