SATELITNEWS.ID, TANGERANG— Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar membuat kejutan di hari keempat pelaksanaan PPKM Level 4 Kabupaten Tangerang. Tiba-tiba saja Bupati muncul untuk menunaikan Salat Jumat (13/8/2021) di Masjid Al Muhajirin, Cluster Telaga Gading Serpng (TGS) Catalina, Medang, Pagedangan.
Bupati turun dari mobilnya saat adzan tengah berkumandang dan langsung menuju tempat wudhu. “Kebetulan lagi lewat dekat-dekat sini. Ya sudah, shalat Jumat di Catalina saja,” kata Zaki kepada wartawan Satelit News yang secara tidak sengaja bertemu di pelataran Masjid Al Muhajirin.
Kehadiran Zaki di masjid ini menjadi momen tersendiri karena Salat Jumat kali ini merupakan yang perdana pada PPKM Level 4 periode 10 – 16 Agustus 2021. Selain itu, juga bisa dibaca sebagai sinyal bahwa kasus aktif Covid-19 di kawasan Medang dan sekitarnya terus menurun dan jumlah warga yang telah divaksinasi meningkat drastis.
Seperti diketahui, Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 30 Tahun 2021 tentang PPKM periode 10 – 16 Agustus 2021 menyebutkan bahwa tempat ibadah di wilayah PPKM level 4 Jawa-Bali diizinkan untuk buka, dengan syarat jamaah 25 persen dari kapasitas tempat ibadah, atau maksimal 20 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Surat Edaran Menteri Agama No SE 23 tahun 2021menyebutkan hal yang sama.
Zaki mengapresiasi Prokes Covid-19 yang secara konsisten diterapkan di Masjid Al Muhajirin Catalina sejak awal-awal pandemi. Mulai dari pemakaian masker, membawa sajadah sendiri, cek suhu badan dan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan handsanitizer.
“Alhamdulillah, prokesnya tetap ketat seperti yang saya lihat terakhir bulan April tempo hari. Ini harus terus dipertahankan supaya upaya kita untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 maksimal,” ujar Zaki.
Baca Juga: Proyek Hutan Bambu Dianggap Mubazir, Ini Penjelasan Pemkab Tangerang
Pada 2 April 2021 lalu, Zaki berkunjung ke Catalina untuk meresmikan Masjid Al Muhajirin. Acara dengan undangan terbatas dan protokol kesehatan ketat itu ditandai dengan penandatanganan prasasti. “Ini benar-benar kejutan. Pak Bupati Salat Jumat perdana di sini saat PPKM mulai dilonggarkan,” kata Abidin, Ketua Yayasan Bina Insan Madinah yang membawahi DKM Al Muhajirin, di sela-sela mendampingi Bupati melihat dari dekat prasasti peresmian masjid.
Ketua RW 06 Arif Budisantosa yang sedang WFH dan Salat Jumat di tempat yang sama mengatakan awalnya dia tak tahu menahu tentang kehadiran Zaki. “Saya malah tahunya dari khatib sebelum khutbah bilang bilang ada pak bupati,” ujarnya.
Arif menduga, kehadiran Bupati tidak terlepas pertimbangan kondisi zona hijau wilayahnya. Apalagi, pada Minggu 25 Juli lalu sebanyak 369 warga kompleks perumahan ini mendapatkan vaksinasi dosis pertama dari Puskesmas Pagedangan. “Vaksinasi dosis kedua akan dilaksanakan pada 22 Agustus mendatang. Secara umum sudah 90 persen warga Catalina sudah divaksin,” ujarnya.
Pemkab Tangerang sendiri memang terus gencar melaksanakan kegiatan vaksinasi di sentra-sentra seperti kantor kecamatan, kelurahan, mall, universitas, sekolah, industri hingga Puskesmas. Termasuk juga vaksinasi yang diselenggarakan oleh instansi TNI, Polri dan Kejaksaan.
“Mudah-mudahan dengan semakin banyak masyarakat yang sudah divaksin, akan semakin mempercepat timbulnya kekebalan kelompok di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Tangerang,” ujar Zaki.
Hingga 10 Agustus 2021 sekitar 452.749 warga telah divaksin. “Targetnya sampai Desember nanti 2 juta warga Kabupaten Tangerang sudah divaksin,” ujar Zaki sesaat sebelum menuju mobilnya untuk meninggalkan Catalina.
Baca Juga: Pemkab Tangerang Hibahkan Lahan, Pemprov Banten Bangun Gedung Sekolah
Terpisah, Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi menyebutkan, sampai saat ini realisasi pemberian vaksinasi tahap pertama bagi mencapai 94 persen atau sebanyak 449.106 jiwa, dari target penerima sebanyak 474. 684 jiwa. “Sementara untuk vaksinasi dosis kedua baru sekitar 41 persen,” ungkap Hendra.
Capaian vaksinasi dosis ketiga bagi para tenaga kesehatan juga dikebut. “Realisasi vaksinasi dosis tiga bagi 10.221 tenaga kesehatan (nakes) baru mencapai 40 persen,”
Sementara, vaksinasi anak remaja usia 12 hingga 17 tahun baru mencapai 26 persen atau 24.064 jiwa untuk dosis satu. “Untuk dosis dua vaksin remaja baru empat persen atau 3.509 jiwa,” tandasnya. (san/dm)
























