SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Saluran irigasi Cilancar II di Desa Kadubelang, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang, yang pernah diperbaiki oleh masyarakat dan para petani 4 bulan lalu, kini jebol lagi, Kamis (12/8/2021) lalu.
Sebelumnya, irigasi Cilancar II yang mengairi pesawahan di tiga desa yakni, Desa Kadubelang, Sukamulya dan Desa Medong, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang itu, jebol pada 14 Mei 2021 lalu. Langsung diperbaiki secara swadaya oleh para petani.
Namun hasil perbaikan itu, tak bertahan lama hingga jebol lagi saat hujan deras. Maka dari itu, para petani di tiga desa mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang segera merealisasikan janjinya, yang bakal membangun kembali irigasi itu secara permanen.
Jika tak kunjung diperbaiki, para petani yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat dan Petani (AMP) Mekarjaya, mengancam berunjukrasa ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Pertanian (Distan) dan Pendopo Bupati Pandeglang.
Koordinator AMP Mekarjaya, Abul Hadi mengatakan, irigasi Cilancar II yang kini jebol lagi belum ada kejelasan dari pihak DPUPR Pandeglang kapan bakal dibangun.
“Saya sudah memberitahu pihak terkait. Namun sampai saat ini, belum ada tindak lanjutnya. Padahal pas awal jebol, mereka menjanjikan bakal cepat membangunnya. Eh, hingga jebol lagi dan diberi informasi tak ada jawaban,” kata Hadi, Minggu (15/8/2021).
Baca Juga: Sidak WP, DPRD Pandeglang Canangkan Revisi Perda Pajak Daerah
Akhirnya kata Ketua Kelompok Tani (Gapoktan) Tirtasari Desa Kadubelang ini, sambil menunggu ketidakpastian bakal direalisasi atau tidaknya pembangunan irigasi Cilancar II itu, ia bersama masyarakat dan para petani di tiga desa, sedang memperbaikinya kembali secara swadaya.
“Antusias masyarakat dan petani, begitu tanggap, serta responsip melakukan perbaikan kembali secara swadaya. Karena untuk menyelamatkan tanaman padi yang baru saja di tanam, pada musim tanam ke II,” terangnya.
Jika pada bulan ini tak ada itikad baik dari para pihak terkait, baik itu DPUPR maupun Distan Pandeglang, pihaknya bakal melakukan demonstrasi besar-besaran ke Bupati Pandeglang.
“Kami tak diam. Ini menyangkut kehidupan kami, para petani di Mekarjaya. Maka dari itu, kami (ribuan petani,red) sepakat bakal melakukan demo, jika dalam waktu dekat ini tak dibangun,” ancamnya.
Seorang petani, Muhammad menambahkan, dampak dari jebolnya talang air yang dibangun sementara olehnya dan para petani lainnya, mengakibatkan terputusnya saluran irigasi air persawahan seluas kurang lebih 250 hektar, di tiga Desa yaitu, Desa Kadubelang, Sukamulya dan Medong.
“Kami baru saja menyelamatkan musim tanam II, dan kini sudah menanam, saluran airnya malah jebol lagi. Jika tak segera dibangun, jelas kami terancam gagal tanam,” keluhnya.
Baca Juga: UPT Puskesmas Bojong Pandeglang Bahas Kesehatan Masyarakat
Maka dari itu, ia dengan para petani lainnya sangat berharap dan mendesak Pemkab Pandeglang, segera membangun irigasi Cilancar II tersebut.
Sampai diterbitkannya berita ini, pihak DPUPR Pandeglang belum dapat dikonfirmasi. Bahkan saat dihubungi melalui via telepon beberapa kali, ke nomor Kepala DPUPR Pandeglang, masih dalam keadaan tak aktif. (nipal)
























