SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Penemuan tengkorak manusia di area pesawahan, gegerkan warga Desa Bojen, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (21/8/2021) lalu. Pihak kepolisian, sudah menghentikan penyelidikan.
Dihentikannya penyelidikan itu, setelah personel Unit Inafis Polres Pandeglang mengumpulkan semua tengkorak manusia, yang berceceran atau terpisah-pisah. Ada warga yang meyakini, tengkorak itu adalah ayahnya, atasnama Madrus (70).
Pihak keluarga-pun menolak dilakukan pemeriksaan secara medis, baik tes DNA maupun mengotopsi mayat ayahnya tersebut. Sehingga, pihak kepolisian menyerahkan tengkorak itu ke pihak keluarga untuk dikebumikan.
Pengakuan seorang warga, Raud, saat ia ke sawah sekitar pukul 16.30 WIB (Sabtu,red), melihat tengkorak manusia yang terpisah dari badannya di pesawahan pinggir Sungai Cilatak, di Kampung Benteng, Desa Bojen, Kecamatan Sobang.
“Melaporkannya ke pak RT, Carmadi dulu. Lalu langsung mengecek lokasi dan pak Carmadi melapor ke Polsek Panimbang, sekitar pukul 18.30 WIB,” kata Raud, dalam keterangan press rilis Polres Pandeglang, Minggu (22/8/2021).
Usai menerima laporan, pihak Polsek Panimbang langsung berkoordinasi dengan Unit Inafis dan Seksi Kesehatan Polres Pandeglang.
Baca Juga: Erupsi GAK Terus Meningkat, Sekolah di Pandeglang Berlakukan BDR
Kata Kapolsek Panimbang AKP Sugiar, tengkorak manusia yang ditemukan warga dalam kondisi berceceran itu, berhasil diamankan oleh pihak Inafis dan Seksi Kesehatan Polres Pandeglang.
“Alhamdulillah, sudah berhasil diamankan tengkorak manusia yang tercecer pada radius 20-50 meter, dan terdapat celana training berwarna biru bergaris warna kuning. Itu semua dilakukan oleh tim Inafis dan Seksi Kesehatan Polres Pandeglang,” kata AKP Sugiar.
Diungkapkannya, ketika hendak dievakuasi ada masyarakat yang mengakui, tengkorak tersebut adalah ayah dari Suryadi (28), atasnama Madrus Bin Atim.
“Keluarga meyakini, kerangka yang ditemukan tersebut merupakan ayahnya, dilihat dari pengidentifikasian sekunder yaitu property yang ditemukan di TKP (tempat kejadian perkara), dan pihak keluarga membuat surat pernyataan tidak dilakukan pemeriksaan secara medis (tes DNA dan autopsi),” terangnya.
Atas dasar itulah (kemauan keluarga), kemungkinan besar penyelidikan dihentikan. “Kemungkinan dihentikan. Karena tengkorak korban sudah diberikan ke pihak keluarga,” tandasnya. (nipal)
























