SATELITNEWS.ID, KELAPA DUA—Baru dibangun turap Situ Kelapa Dua ambrol, Rabu (25/8). Situ tersebut berada di Kampung Cibogo Kulon, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua.
Ketua RT04/RW04 Kampung Cibogo, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Mamat mengatakan, turap baru dibangun benerapa hari di Situ Kelapa Dua malah ambrol. Padahal tidak ada angin ataupun hujan, namun turapnya tiba-tiba saja ambruk.
“Ambruknya tadi sore, sekitar pukul 16.00 WIB. Baru beberapa hari aja, sepertinya ke senggol mobil,” kata Mamat kepada Satelit News, Rabu (25/8).
Menurut Mamat, turap tersebut seharus dipasang dengan memggunakan paku bumi dan pengurugannya pun menggunakan tanah super. Namun yang terjadi di lapangan hanya ada pemasangan batu kali dan pengurugannya pun menggunakan lumpur.
Kata Mamat, padahal anggaran proyek tersebut terbilang besar yaitu sekitar Rp 9,3 miliar. Mamat juga mengatakan, bahwa pengerjaan proyek tersebut terkesan asal-asalan agar cepat selesai.
“Pengerjaannya terkesan asal-asalan, lumpur di situ tidak dikeruk. Pengurugan pakai lumpur. Kurang lebih yang ambruk sepanjang 15 meter,” jelasnya.
Baca Juga: Serpong Terrace Pertama Kali Kebanjiran, Diduga Akibat Proyek Tak Berizin
Lanjut Mamat, pengerjaan yang dilakukan ditargetkan selesai dalam waktu 8 bulan itu, merupakan proyek dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan dengan nama proyek revitalisasi situ. Kata dia, turap yang ambruk tersebut baru dibangun sekitar satu pekan atau 7 hari pembangunan. “Proyek PUPR, pengerjaan sekitar 7 hari,” tambahnya.
Dia berharap, pemerintah tidak menyia-nyiakan anggaran dalam pembangunan proyek situ. Pasalnya, anggaran tersebut menggunakan uang rakyat. “Harapan kami, pembangunan benar-benar dibangun dengan kualitas yang bagus, tidak asal-asalan seperti itu,” ujarnya.
Sementara itu, Jaro Kelurahan Kelapa Dua, Rusman menambahkan, dalam pembangunan situ pun tidak menerlibatkan masyarakat. Padahal pembangunan tersebut merupakan pembangunan padat karya, yang seharusnya masyarakat sekitar ikut dilibatkan.
“Kita cuma mendapat macet dan ngebulnya doang, padahal proyek padat karya,” tambahnya. (alfian/aditya)
