SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan menambah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Rumah sakit yang terdapat di Kecamatan Benda, Kelurahan Jurumudi Baru tersebut saat ini tengah dalam perencanaan.
Dari data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Tangerang perencanaan RSUD Jurumudi baru dianggarkan Rp 381,2 juta. Jumlah itu belum termasuk biaya pembangunan. “Baru perencanaan saja. Mungkin tahun 2022 pembangunannya,” ujar Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Tangerang, Tatang Sutisna kepada SatelitNews.Id, Selasa, (31/08/2021).
Tatang mengatakan, pembangunan rumah sakit itu akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang. Sementara pembahasan untuk APBD 2022 belum rampung.
“Untuk 2022 belum di APBD-nya, belum ada pembahasannya. Nanti dibahas di APBD 2022 kan pembahasannya belum selesai. Mungkin 2022 (mulai pembangunan), tapi perencanaan dulu kan itu empat bulan,” katanya.
Kemungkinan kata Tatang, lelang pembangunan RSUD Jurumudi Baru akan di lakukan pada Desember mendatang. “Lelangnya Desember nanti (mungkin),” imbuhnya.
Diketahui lokasi pembangunan RSUD tersebut berada di Jalan Halim Perdana Kusuma kelurahan Jurumudi Baru. Atau tepatnya di Puskesmas Jurumudi Baru yang akan ditingkatkan menjadi RSUD.
Baca Juga: Wali Kota Tangerang Sachrudin Putuskan PJJ Diperpanjang hingga Jumat
Ketua Komisi II Dewa Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Saeroji mengatakan pembangunan rumah sakit tersebut merupakan usulan jajarannya. Kata dia DPRD meminta Pemkot Tangerang untuk membangun dua RSUD untuk melayani masyarakat.
“Ini usulan dewan sejak 2019 lalu. Sebenarnya kita menginginkan dua. Tapi Alhamdulillah akan direalisasikan satu RSUD di Jurumudi Baru yakni peningkatan Puskesmas Jurumudi Baru jadi RSUD Tipe C,” kata dia.
Dia mengatakan sejauh ini anggaran pembangunannya akan dilakukan saat pembahasan pada APBD murni untuk 2022. Meski demikian, kata Saeroji untuk operasional RSUD Jurumudi Baru sudah dianggarkan sebesar Rp 52 miliar.
“Jadi anggaran pembangunan akan dibahas di APBD murni (untuk 2022). Tapi operasional sudah dianggarkan Rp 52 miliar. Jadi insyallah sekira Juni atau Juli sudah bisa beroperasi. Operasional itu termasuk peningkatan alat kesehatan, gaji dan sebagainya,” ungkap Saeroji.
Diketahui saat ini di Kota Tangerang terdapat 32 rumah sakit yang terdiri dari 31 rumah sakit swasta dan 1 RSUD. Menurut Saeroji, dari hasil kajian Pemkot Tangerang dengan jumlah rumah sakit itu pelayanan kesehatan masyarakat Kota Tangerang sudah cukup.
Namun, dari hasil kajian DPRD, jumlah tersebut belum maksimal dalam melayani kesehatan masyarakat. Rata-rata masyarakat sulit mendapatkan akses kesehatan di rumah sakit swasta. “Iya, secara kajian (Pemkot Tangerang) sudah cukup, tapi fakta di lapangan masih banyak keluhan terkait masalah pelayanan yang belum maksimal terutama bagi masyarakat kecil,” tutur Saeroji. (irfan)
Baca Juga: SIM Keliling Kota Tangerang Rabu 9 September, Cek Lokasinya
























