SATELITNEWS.ID, LEBAK—Pengurus Keluarga Mahasiswa Bina Lingkungan Alam (Kumbila) STKIP Setiabudhi Rangkasbitung melakukan aksi bersih-bersih sampah plastik di lingkungan Suku Baduy, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Aksi tersebut dalam rangka menjaga lingkungan tetap asri dan memberikan contoh agar masyarakat bisa tertib membuang sampah untuk hidup sehat, serta mengajak masyarakat untuk tidak malas-malasan untuk berkegiatan di masa pandemi Covid-19.
Dampak sampah yang ditimbulkan cukup banyak. Mulai dari jadi sarang penyakit, mencemari udara, hingga berdampak pada bencana banjir. Maka dari itu, langkah mahasiswa ini bisa ditiru baik elemen masyarakat biasa maupun lembaga atau komunitas lainnya untuk menerapkan kegiatan tersebut. Sebab, aksi tersebut bisa bermanfaat menjaga lingkungan sehibgga alam tetap terjada dan bisa dirasakan dalam jangka waktu panjang oleh anak cucu.
Suku Baduy, merupakan salah satu objek wisata yang banyak di kunjungi wisatan baik lokal maupun mancanegara. Karenanya, tidak heran banyak sampah plastik berserakan di wilayah setempat yang dibuang sembarang oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Nah, agar tidak terjadi penumpukan sampah yang bisa berdampak negatif maka harus ada tangan -tangan terampil agar hal itu tidak terjadi.
“Kita pilih lokasi ini (area perkampungan Suku Baduy Luar) karena ini berada di jalur wisatawan. Yang artinya ini tidak menutup kemungkinan banyak sampah,” kata Ketua Kumbila Lebak, Dendi Hidayat, Selasa (05/10/2021).
Dendi Hidayat menjelaskan, bahwa gagasan dari kegiatan bersih-bersih ini tidak lain untuk edukasi kepada para wisatawan yang datang ke Baduy. Serta mengajak, masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan tidak malas-malasan berkegiatan di masa pandemi Covid-19. “Untuk wisatawan yang datang ke Baduy harus menjaga dan sadar akan kebersihan di sini. Agar lingkungan disini tetap asri dan lestari,” ujar Dendi.
Kumbila juga mengajak masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya, untuk menjaga lingkungan di Baduy tetap terjaga. Karena saat ini banyak sekali sampah plastik terutama di area Baduy luar. “Jika masyarakat membawa dan membuang sampah di sini diharapkan untuk dibuang pada tempatnya, kalau bisa bawa keluar dari lingkungan di Baduy,” tandasnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lebak, Imam Rismahayadin mengapresiasi langkah kawan-kawan mahasiswa melakukan aksi bersih-bersih sampah plastik di kawasan wisata adat Baduy. Ia pun berharap, aksi tersebut bisa dicontoh oleh masyarakat atau pun wisata agar tidak lagi membuang sampah sembarang.
“Saya harapkan kegiatan bersih-bersih sampah ini bisa memicu warga lainnya untuk menerapkan hidup sehat dengan tidak membuang sampah sembarang. Apalagi, lokasi itu merupakan tempat wisata yang artinya bisa memberikan dampak yang positif untuk kelangsungan jumlah wisata yang masuk,” pungkasnya. (mulyana/made)