SATELITNEWS.ID, TIGARAKSA—Camat Sepatan Dadang Sudrajat mencurahkan isi hati selama memimpin Kecamatan Sepatan, melalui buku yang berjudul “Memimpin Dengan Gaya Pelangi”. Buku tersebut langsung dibedah dan dibagikan di Perpustakaan Kabupaten Tangerang, Selasa (5/10).
“Ini merupakan cerita selama saya memimpin di Kecamatan Sepatan dan ini merupakan buku perdana yang saya buat,” kata Dadang kepada Satelit News, Selasa (5/10).
Lanjut Dadang, memakai judul “Memimpin Dengan Gaya Pelangi” merupakan pesan ilustrasi bahwa masyarakat di Kecamatan Sepatan yang sangat beragam. Pada judul itu, dia ingin menyampaikan kondisi masyarakat yang berbeda-beda, namun akan bisa terlihat indah ketika diatur dengan rapih.
“Tugas pemimpinlah yang mengelola perbedaan warna itu, agar menjadi sebuah kesatuan yang indah dilihat, ya seperti pelangi,” jelasnya.
Kata Dadang, konsep memimpin dengan gaya pelangi ini, pemimpin harus menyesuaikan diri dengah masyarakat. Bukan sebaliknya, masyarakat yang menyesuaikan diri dengan pemimpin.
“Kita harus menjadi pemimpin yang bisa beradaptasi, berinteraksi, menyesuaikan dengan kondisi. Jangan memperlakukan masyarakat sama rata, karena setiap orang pasti punya pemikiran yang berbeda-beda,” terangnya.
Baca Juga: Pemkab Tangerang Bentuk Satgas Anti Rentenir, Perluas Akses Permodalan Masyarakat
Dadang mengatakan, dia sangat hobi menulis, hanya saja tidak pernah memiliki kesempatan untuk menulis membuat buku. Namun, setelah bergabung dengan komunitas menulis, akhirnya dia memantapkan diri untuk menulis sebuah buku. Dia juga mengatakan, bahwa ingin menulis buku karena sebuah karya yang akan terus diingat adalah menulis.
“Orang bilang kan kalau tulisan itu tidak akan hilang. Sebuah karya yang akan terus dikenang adalah menulis. Kalau hanya cerita terbawa angin juga akan hilang, tetapi kalau dituliskan dalam sebuah buku, insya Allah akan selalu dikenang,” katanya.
Dalam buku itupun Dadang mencurahkan isi hatinya selama memimpin Kecamatan Sepatan, manis pahitnya menjadi seorang pemimpin. Kata dia, di saat memimpin Kecamatan Sepatan, hal menurutnya sangat sulit adalah ketika membereskan persoalan Pasar Tradisional Sepatan yang saat ini disebut, Pasar Pelangi.
Lanjutnya, pasar itu sudah puluhan tahun di lokasi fasos-fasum. Namun tidak digunakan sebagamana mestinya, hanya gedung kosong. Sementara para pedagang berjualan di pinggir jalan. Seiring berjalannya waktu, kini pasar tersebut sudah difungsikan menjadi pasar tradisional.
“Ini curahan selama saya memimpin Kecamatan Sepatan. Salah satu yang paling ramai adalah persoalan Pasar Pelangi,” katanya.
Buku yang dilauncing oleh PT. Pustaka Media Group langsung dibedah oleh para pakar di Studio Perpustakaan Kabupaten Tangerang. Selain itu, buku “Memimpin Dengan Gaya Pelangi” itupun langsung dibagikan secara gratis kepada para pengunjung.
Baca Juga: Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, PJJ di Tangerang Diperpanjang hingga Jumat
Sementara itu, Kurator Naskah Buku Memimpin Dengan Gaya Pelangi, Ihah Farihah menambahkan, bahwa buku yang ditulis oleh Dadang Sudrajat ini baik untuk dijadikan referensi oleh para calon pemimpin atau para pemimpin lainnya. “Didalamnya mungkin bisa dijadikan referensinya, bagaimana strategi dalam memimpin,” kata Ihah.
Menurut Ihah, Dadang memiliki gaya kepemimpinan yang sangat unik. Maka dari itu, dibuatlah judul “Memimpin Dengan Gaya Pelangi”. Walaupun secara teoritis tidak ada memimpin gaya pelangi itu seperti apa.
“Beliau memiliki gaya memimpin yang sangat unik dalam memimpin masyarakat yang majemuk di Kecamatan Sepatan,” pungkasnya. (alfian/aditya)
























