SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Balai Besar Wilayah Sungai Cisadane-Ciliwung (BBWSCC) tak menganggarkan biaya pembangunan infrastruktur penanganan banjir di Kota Tangerang pada tahun 2022 mendatang. Tidak ada lagi anggaran normalisasi kali seperti yang dilakukan tahun 2021 ini.
Fakta itu terungkap ketika jajaran Pemerintah Kota Tangerang dan Komisi IV DPRD Kota Tangerang menyambangi kantor, Rabu (27/10). Mereka mendatang BBWSCC untuk melakukan audiensi terkait mitigasi penanganan banjir, terutama pada 2022.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Edi Suhendi mengatakan dari pengalaman selama dua tahun belakangan setiap bulan Januari hingga Februari terjadi banjir. Sehingga, sebagai langkah antisipasi mereka melakukan koordinasi dengan BBWSCC untuk program penanganan banjir.
“Kita menanyakan program apa saja yang dianggarkan oleh BBWSCC ke Kota Tangerang kaitan dengan penanganan banjir di 2022,” ujarnya, Rabu (27/10/2021).
Namun, sayangnya kata Edi BBWSCC tidak memberikan anggaran tersebut untuk pembangunan infrastruktur penanganan banji di Kota Tangerang di 2022. “2022 malah enggak ada sama sekali,” imbuhnya.
Pada tahun 2021 ini, BBWSCC membangun turap di Sungai Cisadane dengan anggaran Rp 47 miliar. Proyek normalisasi itu berlangsung di kawasan Kelurahan Panunggangan Barat Kecamatan Cibodas dan Kelurahan Panunggangan Kecamatan Pinang.
Baca Juga: DPRD Kota Tangerang Dorong Penyediaan Air Bersih dan Salat Istisqa
“Kita rada lemas juga karena enggak ada anggaran untuk Kota Tangerang. Yang sudah ada (normalisasi-red) di Sungai Cisadane tapi belum selesai. Sementara di Kali Angke dan Kali Sabi tidak ada pembangunan. Banjir sangat rentan terulang kembali karena tidak sda pembangunan,” jelas Edi.
Banjir tersebut didominasi luapan kali dan sungai yang menjadi kewenangan BBWSCC. Seperti banjir di kawasan Sungai Cisadane, Angke, Cirarab dan Sabi. Menurut Edi, Pemkot Tangerang tidak bisa melakukan normalisasi apabila tidak ada koordinasi dengan BBWSCC.
“Kita desak agar Kota Tangerang segera menormalisasi kali dan sungai sebelum Desember. BBWSCC menyatakan tanggap darurat bencana banjir maka dibolehkan namun harus ada koordinasi,” jelasnya.
Kendati demikian, BBWSCC masih memiliki anggaran untuk pemeliharaan. Pemkot Tangerang diminta mengirimkan surat apabila membutuhkan pengerukan untuk mengurangi sendimentasi di kali yang berada di bawah kewenangan BBWSCC.
“Kita cuma minta pengerukan bisa disegerakan, asal ada surat ke BBWSCC,” tambah Edi.
Kepala Bidang Tata Air untuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Iwan Setiawan mengatakan untuk anggaran program penanganan banjir dari BBWSCC masih dikaji.
Baca Juga: DPRD Imbau Warga Kota Tangerang Waspada Abu Vulkanik GAK
“Belum ada jawaban tapi memang masih dikaji lagi sama BBWSCC, perlu support dan tindak lanjut kita. Masih ada waktu untuk diprogramkan,” katanya.
Dia menuturkan ada beberapa sungai dan kali yang fokus bakal dinormalisasi. Seperti Cisadane, Angke, Cirarab dan Sabi.
“Terkait dengan usulan kita penanganan banjir di 2022 kaitan dengan Cisadane, Sabi, Angke dan Cirarab. Sudah kita usulkan biar kita jadi prioritas, biar ada realisasinya,” jelasnya.
“Kalau yang internal kita ( Bidang Tata Air) terus berjalan tinggal yang BBWSCC ini yang kita dorong terus agar direalisasikan karena sudah musim hujan jadi harus diimplementasikan,” pungkas Iwan. (irfan)
























