SATELITNEWS.ID, JAKARTA—Di dalam industri mobil internasional saat ini, mobil berbahan bakar baru juga terus mengalami perkembangan pesat. Mengikuti perkembangan industri mobil internasional, Indonesia pun juga terus meningkatkan pengembangan mobil berbahan bakar baru dan dengan aktif mengusung teknologi mobil berbahan bakar baru. Dalam rangka mendukung ide ini, Indonesia berencana untuk melarang mobil berbahan bakar bensin secara total pada tahun 2050.
Selama enam tahun berturut-turut, produksi dan penjualan mobil berbahan bakar baru dari Cina saat ini sudah menduduki peringkat pertama di dunia dengan penjualan total sebanyak 7 juta unit mobil. Jumlah ini setara dengan 50% dari total penjualan mobil berbahan bakar baru di dunia. Sebagai merek mobil Cina yang terdepan, di tahun 2022 ini Chery berencana untuk membawa teknologi mobil berbahan bakar baru untuk masuk ke pasar mobil Indonesia.
Sebagai merek terdepan dari Cina, pada tahun 1999 Chery sudah memulai penelitian independen dan memulai pengembangan dari mobil berbahan bakar baru. Setelah lebih dari 20 tahun, pengembangan teknologi “457” yang dirampungkan oleh Chery sudah menghasilkan penelitian dan pengembangan dari mobil berbahan bakar baru dengan platform yang terintergrasi, empat platform mobil berbahan bakar baru, lima sub-sistem umum dan tujuh teknologi inti. Selain itu, Chery juga telah menjadi pelopor di bidang integrasi bahan bakar baru pada mobil, teknologi kontrol mobil, manajemen baterai, desain sistem baterai, desain sistem PHEV, teknologi lightweight, desain interkoneksi intelligent, ekstensi range dan teknologi bahan bakar hidrogen di industri mobil Cina.
Selama beberapa tahun ini, Cherry sudah mengakumulasi berbagai teknologi dan pencapaian di bidang baterai, mesin dan sistem kontrol elektrik. Teknologi dan pencapain ini menjadi dukungan yang sangat kuat bagi produk dan juga merek Chery. Dalam bidang baterai, Chery mengadopsi sel dari CATL dan berbagai pemasok baterai global lainnya. Paket baterai yang dikembangkan sendiri oleh Chery ini sudah mencapai level optimal dari konsumsi energi baterai. Di sisi lain, Chery juga sudah mengintergrasikan teknologi baterai active equalization, pengisian CVCC dan berbagai teknologi dasar lainnya pada sistem baterai Chery untuk memastikan durabilitas dan keamanan dari baterai Chery.
Di bidang mesin, Chery dan Yaskawa sudah bekerja sama untuk mendirikan Chery Yaskawa Electric Drive System Co., Ltd.. Jika dibandingkan dengan perusahaan setara lainnya, produk dari Chery Yaskawa Electric Drive System Co., Ltd. memiliki berat yang lebih ringan dan efisiensi aliran listrik yang lebih tinggi dengan kepadatan lilitan yang lebih besar dan berbagai kelebihan lainnya. Berat keseluruhan mesin bahkan lebih ringan 22% dari produk setara lainnya. Dalam bidang kontrok elektrik, Vehicle Control Unit (VCU) yang dikembangkan secara mandiri oleh Chery mampu mengumpulkan dan memonitori data dari baterai mobil dan mesin yang sedang berjalan dengan lebih cepat, lebih akurat dan lebih pintar sehingga meningkatkan keseluruhan performa dari mobil di bidang tenaga, keamanan dan juga pemulihan energi.
Dengan dukungan dari sistem teknikal yang kuat dan solid, penjualan mobil berbahan bakar baru dari Chery berhasil menjaga tingkat pertumbuhannya. Dari bulan Januari hingga bulan September tahun ini, Chery sudah menjual 54.848 unit mobil berbahan bakar baru, jumlah ini lebih tinggi 153.4% dari penjualan tahun sebelumnya. Di antaranya, unit Mobil EQ1 telah menjadi tipe mobil terdepan di bidang mobil listrik murni di Cina dan bahkan di seluruh dunia. Sejak dirilis pada tahun 2017 di Cina, EQ1 telah menjalani empat evolusi. Sejauh ini, di dalam industri mobil Cina, Mobil EQ1 telah tercatat sebagai pelopor dalam berbagai bidang seperti: mobil listrik murni pertama yang dikembangkan secara mandiri, mobil listrik pertama yang dibuat dengan body aluminium ringan, mobil listrik murni berpintu ganda dan berpintu empat dengan jarak tempuh lebih dari 300 kilometer, mobil listrik murni dengan fungsi parkir otomatis dan mobil listrik murni dengan tingkat penetrasi tinggi dalam bidang angkutan bersama.
Di samping itu, Chery juga telah memperkenalkan sistem bahan bakar hybrid pertama yang berfungsi secara menyeluruh di dunia yaitu Hybrid DHT. Sistem ini adalah sistem hybrid pertama yang diproduksi di dalam industri mobil Cina. Sistem ini memiliki 9 jenis mode kerja dan 11 jenis kombinasi gigi mobil. Ditambah dengan adanya penggerak TSD, memberikan pengalaman berkendara dengan bantingan yang sangat halus. Tiggo 8 Pro PHEV yang dipamerkan di acara Chengdu Auto Show (Cina) tahun ini dilengkapi dengan penggerak roda depan yang terintegrasi dengan motor belakang, menjadikan Tiggo 8 Pro PHEV ini sebagai mobil four-wheel drive hybrid. Selain itu, Tiggo 8 Pro PHEV hanya membutuhkan waktu kurang dari 5 detik untuk mencapai kecepatan 100 km/jam dengan konsumsi bahan bakar kurang dari 1 liter.
Sekarang ini, Chery berencana untuk membawa mobil berbahan bakar baru masuk ke pasar internasional. Mobil berbahan bakar baru dengan teknologi terdepan ini akan segera hadir di berbagai negara Asia, Eropa, Amerika Selatan dan wilayah lainnya, memberikan pengalaman berkendara yang unik bagi seluruh konsumen. (rls/dm)