SATELITNEWS.ID, PASAR KEMIS—Sempat meleset dari perencanaan lantaran dana BTT (Belanja Tidak Terduga) tidak cukup, akhirnya Bantuan Sosial Tunai (BST) tahun 2021 dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang disalurkan. Meski jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada tahun ini menyusut, yakni hanya 6.666 KPM atau sekitar 30 persen dari total 200 ribuan KPM, yang sebelumnya menerima BST Provinsi Banten dan BST Kabupaten Tangerang.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat mengatakan, pada tahun 2021, Pemkab Tangerang melalui Dinsos yang bekerjasama dengan BJB, menyalurkan dana BST sebanyak Rp 300 ribu per KPM. Penyalurannya kata dia, perdana di wilayah Pasar Kemis dengan jumlah KPM paling banyak se Kabupaten Tangerang yaitu 7.290 KPM. Namun untuk penyaluran pada hari Senin (22/11/2021), hanya untuk KPM dari Desa Gelam Jaya dan Kelurahan Kuta Jaya yang jumlahnya 1.431 KPM.
“Kalau di Kabupaten Tangerang jumlah KPM tahun ini ada 6.666 KPM. Penerima BST ini diutamakan penerima BST dari Provinsi dan Kabupaten Tangerang tahun 2020. Kalau digabung jumlahnya sekitar di atas 200 ribuan KPM, ya kalau dipersentase dengan jumlah 6.666 KPM di Kabupaten Tagerang, sekitar 30 persennya,” kata Ujat kepada Satelit News, seusai kegiatan penyaluran BST perdana tahun 2021, Senin (22/11)
Lanjut Ujat, meskipun data KPM jauh lebih sedikit dibanding tahun 2020, namun data ini berdasarkan ajuan dari Kades atau Lurah, ke camat dan diusulkan ke Dinsos, sehingga dinilai lebih akurat.
“Diprioritaskan yang betul-betul butuh dana itu, karena terbatas jumlahnya. Awal BST Kabupaten Tangerang ini digulirkan juga karena banyak aspirasi warga, bahwa ada yang mendapat BST Provinsi hanya 2 kali, BST Kabupaten Tangerang hanya 3 kali, sedangkan BST dari Pemerintah Pusat hingga 2021. Maka kali ini kami (Pemkab) bantu semampunya,” jelasnya.
Ujat mengakui, jika dana ini sejatinya direncanakan cair pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni melalui dana BTT. Namun, urung dilakukan karena jumlahnya dana BTT tidak cukup.
“Pada APBD Perubahan tahun 2021 ini, dianggarkan sekitar Rp 20 miliar kurang sedikit. Mudahnya Rp 300 ribu dikali 6.666 KPM,” tandasnya.
Untuk syarat pengambilan BST ini Ujat menilai cukup mudah. Pertama KPM harus menunjukan surat undangan yang ada barcode-nya dan kemudian petugas bank akan men-scan. Setelah berhasil, KPM menunjukan KTP asli dan KK asli, setelah itu uang pun langsung diserahkan. Pihaknya menegaskan, jika pembagian BST Kabupaten Tangerang tahun 2021 akan berlangsung sampai minggu kedua bulan Desember.
“Jadi tidak perlu lagi pakai buku rekening. Setelah menerima, KPM akan difoto dengan memegang uang serta KTP. Jadi tidak bisa mengelak lagi atau membohongi petugas kalau belum menerima,” imbuhnya.
Selain itu, pihaknya juga menyediakan gerai vaksin, bagi KPM yang belum divaksin sebelum mengambil akan divaksin lebih dahulu. “Karena syarat masuk harus scan peduli lindungi, menunjukan sertifikat vaksin. Kalau tidak bawa keduanya, bisa cek di NIK (Nomor Induk Kependudukan),” ungkapnya.
Wakil Bupati (Wabup) Tangerang Mad Romli juga melakukan monitoring penyaluran perdana BST di Kantor Kecamatan Pasar Kemis, Senin (22/11/2021). Penyaluran ini berlangsung selama lima hari. Terhitung mulai tanggal 22-26 November mendatang. Pada kesempatan itu, Mad Romli yang didampingi Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Ujat Sudrajat dan Camat Pasar Kemis Chaidir, menyerahkan secara simbolis BST kepada KPM.
“Saya minta BST yang diterima ini, bisa betul-betul dipergunakan dengan baik dan bijak,” kata Mad Romli yang akrab disapa H. Ombi ini.
Baca Juga: Gelar Forum Konsultasi Publik 2024, Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Review Standar Pelayanan
Lanjut Mad Romli, pihaknya juga terus mengimbau masyarakat agar tetap tertib dan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) selama penyaluran BST.
“Bapak-bapak, ibu-ibu mohon bersabar dan tertib. Jangan lupa terus terapkan protokol kesehatan. Bagi yang belum vaksin, silahkan vaksin di tempat yang sudah disediakan,” imbau Mad Romli yang juga menyambangi warga penerima manfaat.
Mad Romli juga mengatakan, bahwa teknis alur pembagian BST di Kecamatan Pasar Kemis sudah sangat baik. Terlihat mulai dari tempat antrean, tersedia tujuh loket pelayanan dan juga tenda untuk vaksinasi bagi warga yang belum vaksin.
“Terima kasih kepada camat dan seluruh jajarannya yang sudah memfasilitasi tempat penerimaan BST dengan baik, serta menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” pungkasnya. (aditya)
























