SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Dengan luasan sekitar 1000 hektar lebih, Desa Teluk Lada, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, dihuni oleh sekitar 1.075 Kepala Keluarga (KK) yang mayoritas atau 99 persen sebagai petani.
Kepala Desa (Kades) Teluk Lada, Kecamatan Sobang, Effendi Hidayat mengatakan, potensi unggulan di desa yang dipimpinnya yaitu pertanian yaitu padi, ada juga semangka tanpa biji (musiman) dan beberapa hasil tani palawija lainnya.
“Luasan lahan pertanian mencapai 800 hektar lebih. Padi Sobang terkenal di wilayah Banten, bahkan sampai Jabodetabek,” kata Effendi, Selasa (23/11/2021).
Katanya, untuk mendukung perkembangan sektor pertanian itu, salah satunya dibutuhkan infrastruktur yang memadai. Saat ini tandasnya, jalan bagus (baik) baru mencapai 40 persen. Artinya, masih banyak ruas lain yang masih rusak.
Kerusakan yang ada ujarnya, variatif. Ada yang rusak sedang, ada pula yang rusak berat (parah), seperti ruas jalan Kalapa Cagak – Sukasari – Angsana.
“Ada 5 Jalan Poros Desa diantaranya, Kubangbale – Gombong, Poslame – Seuseupan, Poslame – Gombong, Kampung Bakti – Seuseupan dan Kalapa Cagak – Sukasari,” tambahnya.
Baca Juga: Jasad Mengapung di Pantai Labuan Pandeglang Dipastikan Bukan Korban Kapal Arupadhatu 1
Menurutnya, ada pula potensi peternakan sejenis Itik dan Kambing, namun jumlahnya tak terlalu banyak. Ia yang kini menjabat Kepala Desa (Kades) di periode ke III berangan – angan ingin memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat.
“Selain itu, menuntaskan infrastruktur jalan melalui program Jadesmantul (Jalan Desa Mantap Betul), terintegrasi dengan program Ibu Bupati Jakamantul (Jalan Kabupaten Mantap Betul),” ujarnya.
Disinggung sarana prasarana penunjang lainnya, Effendi mengaku, hal itu dianggap cukup. Karena menurutnya, sekolah sudah lengkap dari mulai tingkat TK, SD sampai SMA, sudah ada. Sarana pelayanan kesehatan (Yankes) juga ada (1 Pustu).
Tokoh pemuda asal Desa Teluk Lada, Zaenal Abidin mengaku, Teluk Lada merupakan titik strategis. Bahkan, menjadi titik evakuasi bencana, termasuk saat tsunami di tahun 2018 silam.
“Ada 9 Kampung, kesemuanya sudah terintegrasi sambung – menyambung oleh jalan poros desa. Kami sangat berharap, kedepan Desa Teluk Lada semakin berkembang,” imbuhnya. (mardiana)



















