SATELITNEWS. ID, TANGSEL—Bisnis kopi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus kian berkembang. Potensi pasar untuk produk inipun cukup sangat menjanjikan. Kondisi ini dimanfaatkan betul oleh para pehobi kopi untuk mengembangkan usahanya di daerah tersebut.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, Pemkot Tangsel akan mendorong Tangsel sebagai kota kopi. Dirinya sepakat Tangsel menjadi kota kopi. Meski tidak ada petani kopi tapi pengelolaan produk tersbeut sudah tak tentu lagi jumlahnya.
“Bisnis kopi di Tangsel cukup besar,” ujar Benyamin usai mengukuhkan kepengurusan DPC Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) Kota Tangsel di Mall Teras Kota, Serpong, Rabu (24/11/2021).
Saat ini kopi sudah menjadi keseharian masyarakat Tangsel. Dari keseharian itu kemudian menjadi tren di kalangan masyarakat. “Dari tren menjadi komunitas dan membutuhkan wadah. Wadahnya sudah ada ASKI,” ujarnya.
Sebagai wadah pecinta kopi, ASKI harus merangkul seluruh pegiat kopi dan pemilik kafe di Tangsel untuk mengembangkan bisnis kopi. Apalagi mobilitas masyarakat Tangsel cukup tinggi dan di setiap pekerjaannya membutuhkan tempat dalam menyelesaikan berbagai macam pekerjaan.
“Sebagai contoh, di Tangsel komunitasnya luar biasa banyak, seperti komunitas sepeda, dan lain-lain. Mereka ini membutuhkan tempat sekedar hangout menyelesaikan tugas-tugas mereka. Nah ini potensi besar bagi teman-teman pegiat kopi menyediakan tempat untuk ngopi,” jelasnya.
Baca Juga: SDN Kademangan 02 Setu Langganan Krisis Air, Sekolah Minta Solusi Permanen
Dia berharap kopi bisa digunakan sebagai cara kenyelesaikan persoalan. “Kita semua punya problem, mari selesaikan secara ngopi, saya punya idiom, ngopi yuk persoalan beres,” celotehnya.
Ketua DPC ASKI Andre Sumanegara mengatakan, tak hanya pegiat kopi, di dalam tubuh ASKI juga terdapat pemilik kafe, resto dan pakar tentang dunia perkopian. Dengan berbagai macam latar belakang, anggota ini menjadi kekuatan besar bagi ASKI mewujudkan Kota Tangsel menjadi Kota layak kopi.
“Kami punya tekad menjadikan Tangsel sebagai kota layak kopi, karena kopi ini tidak ekslusif. Semua elemen menyukai kopi,” pungkasnya. (jarkasih)

















