SATELITNEWS.ID, SERANG – Harga jual beras di Kabupaten Serang, mengalami kenaikan signifikan. Hal itu terjadi, karena dampak dari banyaknya permintaan beras untuk program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana mengatakan, beras yang mengalami kenaikan antara lain jenis medium dari biasanya Rp9000 per kilogram naik menjadi Rp10.000 lebih.
Kemudian katanya, beras jenis premium dari biasanya Rp 10.000 naik menjadi Rp12.000 per kilogram.
“Ini hasil pemantauan kita di tingkat grosir, naiknya luar biasa,”kata Zaldi, belum lama ini.
Menurut Zaldi, naiknya harga beras ini, karena kebutuhan beras untuk program BPNT yang penyediannya langsung untuk dua bulan, ditambah paket tambahan dari Kemensos.
“Jadi kalau melihat kebutuhan untuk BPNT itu bisa sampai diatas 2000 ton, selama pengadaan Desember ini. Kalau dulu kan pengadaan berasnya per bulan, sekarang per dua bulan sekali dan tiga bulan sekali,” katanya.
Baca Juga: Polres Serang, Dinas Pertanian Dan Diskoumperindag, Cek Harga Beras di Pasar Tradisional
Zaldi menuturkan, beras tersebut semuanya diperoleh dari para petani lokal. Sementara musim panen sudah lewat, dan stok sudah keluar semua. Sehingga, harga beras juga tinggi hampir disemua daerah.
“Jadi memang barang susah, harga mahal. Akibatnya mendorong kenaikan harga beras. Kenaikan ini diperkirakan akan lama, kecuali mungkin di daerah daerah sentra ada yang panen duluan,” tuturnya. (sidik)
























