SATELITNEWS.ID,TANGERANG—Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek tetap melanjutkan program Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK) pada tahun 2022. SMK PK yang sudah berlangsung sejak tahun 2020 itu dilanjutkan dengan menambah insiatif terobosan baru. Yakni skema pemadanan dukungan yang melibatkan dunia usaha dunia industri secara intensif.
Rencana itu diungkapkan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto ketika menggelar kegiatan sosialisasi program SMK Pusat Keunggulan Tahun 2022 yang diikuti 3.500 SMK PGRI se-Indonesia secara virtual. Kegiatan sosialisasi itu dipusatkan di Aula SMK PGRI 1 Kota Tangerang, Jumat (7/1). Sebagian peserta yang berasal dari Jabodetabek mengikuti sosialisasi di SMK PGRI 1 Kota Tangerang. Sedangkan, peserta dari luar Jabodetabek mengikutinya secara daring.
Wikan Sakarinto mengungkapkan skema pemadanan dukungan bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi terukur nyata dengan dunia kerja dalam membangun SMK berkualitas sangat baik. Dengan demikian SMK PK dapat menjadi mercusuar kinerja dan pusat belajar SMK lain.
“Kami akan benar-benar mencari industri dan menyelenggarakan sesi mengundang industri untuk meyakinkan mereka terhadap SMK-PK yang kami tawarkan, baik yang sudah ada dan baru, kualitas, serta link and match dengan industrinya sudah bagus,” ujarnya.
Wikan meminta agar SMK menggunakan kurikulum prototipe yang sudah dirilis resmi pada tahun 2021. Kurikulum itu akan digunakan pada tahun 2022 ini. Kurikulum prototipe merupakan penyempurnaan dari kurikulum 2013 yang sampai saat ini masih tetap berlaku dan dapat digunakan. Kurikulum Prototipe pada 2022 hanya akan ditawarkan sebagai alternatif atau pilihan acuan pembelajaran bagi satuan pendidikan yang berminat atau siap. Meskipun tidak wajib, namun dirinya berharap seluruh SMK di Indonesia bisa menggunakan jenis kurikulum tersebut.
“Kami tidak mewajibkan SMK menggunakan kurikulum prototipe. Jadi kalau masih ada yang ingin menggunakan kurikulum 2013, ya kami persilahkan. Tapi sebenarnya kami sangat mendorong, agar SMK bisa menggunakan prototipe sebab kurikulum ini lebih membebaskan dan fleksibel. Sedikitnya sudah ada 901 SMK di Indonesia yang sudah melaksanakan kurikulum tersebut dan salah satunya di SMK PGRI 1 Kota Tangerang,” jelasnya.
(ISTIMEWA)
Kepala SMK PGRI 1 Kota Tangerang Aep Gumiwa mengaku sangat berbangga hati karena pada tahun 2021 SMK PGRI 1 Kota Tangerang telah terpilih sebagai salah satu SMK Pusat Keunggulan. Pihaknya sangat mendukung dengan program SMK Pusat Keunggulan karena dalam program tersebut memberikan keleluasaan kepada sekolah untuk menyusun kurikulum sendiri, terutama untuk materi-materi pelajaran yang sifatnya jurusan atau keahlian.
Aep menjelaskan di program SMK Pusat Keunggulan ini, skema awalnya adalah sekolah mengundang perusahaan lalu mengadakan kerjasama yang pada akhirnya menyusun keahlian apa yang sekiranya diperlukan. Sehingga ilmu yang dipelajari tepat guna nantinya dan sekolah bisa menghasilkan lulusan yang kompetensinya sesuai yang diinginkan perusahaan.
“Ini seperti kurikulum pesanan jadinya. Jadi sistem pembelajarannya pun berubah, lebih kepada project. Artinya siswa di dorong untuk bagaimana belajarnya itu mengerjakan project pesanan perusahaan. Jadi tidak lagi teori-teori yang diajarkan. Pembagiannya di kelas satu itu 70 persen soft skill (kepribadian, ketangguhan, keuletan, sopan santun) dan hard skill-nya 20-25 persen. Kelas dua terbalik, karena soft skill nya sudah terbentuk, maka mulai keterampilan di perbanyak dan hal yang sama untuk kelas tiga. Jadi saat mereka akan di uji, sudah siap semuanya,” pungkasnya. (gto)