SATELITNEWS.ID, TANGERANG—PT Tangerang Nusantara Global (TNG) menyiapkan anggaran Rp 150 hingga Rp 200 juta untuk penataan wisata kuliner Pasar Lama, Kecamatan Tangerang setelah mengambilalih. Anggaran itu disiapkan berdasarkan Perwal Nomor 8 / 2022 tentang Penugasan kepada PT TNG untuk penataan dan pengelolaan kawasan Jalan Kisamaun, A Damyati, dan Kalipasir.
“Hitungan saya sih tahap satu ini kisaran Rp 150 sampai Rp 200 juta,” ujar Direktur Utama PT TNG Edi Candra, Senin (07/02/2022).
Dalam Perwal itu PT TNG diminta untuk menyiapkan dalam untuk pengelolan dan penataan tersebut. Sumbernya dapat berasal dari penyertaan modal daerah, pinjaman, kerja sama dengan badan usaha lain, hibah hingga sumber lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan. “Anggaran akan disesuaikan, karena dibolehkan mengubah anggaran karena waktunya cepat kita harus memastikan anggarannya sesuai,” kata Edi.
“Kalau untuk pembuatan RSP (Ruang Satuan Pedagang) itu sudah kelihatan anggarannya berapa, tapi ke depannya kita mau buat penyeragaman gerobak. Kita berupaya mencari sponsor, kalau misalkan tidak ada, yah mungkin dilakukan sendiri PT TNG,” tambah Edi.
Edi mengatakan penataan wisata kuliner Pasar Lama telah memasuki tahap satu yakni pendataan pedagang, sosialisasi hingga penetapan Ruang Satuan Pedagang. Total ada 20 slot yang masing-masingnya ada 18 RSP. “Total pedagang di data Kesbangpol ada 257 (di Pasar Lama). Cuma, ketika mau ada penataan ulang oleh PT TNG. Itu datanya naik jadi 400. Kita mengakomodir dulu yang sudah berdagang,” ungkap Edi.
Nantinya setiap pedagang wajib menyetorkan uang sewa atau disebut sebagai kontribusi oleh PT TNG. Kontribusi itu jumlah Rp 200 ribu untuk lapak standar dan Rp 250 ribu untuk yang premium. Pembayaran kontribusi dilakukan per minggu.
Baca Juga: Naik BRT Tayo dan Angkot Si Benteng Cuma Rp81, Ini Waktunya
“Kalau retribusi itu bahasa yang digunakan pemerintah untuk masyarakat dalam memungut sesuatu, kalau Tangerang kan entitas sendiri dimana orientasinya disebut dengan profit untuk PAD (Pendapatan Asli Daerah) maka disebut kontribusi,” jelas Edi.
Kata Edi, pihaknya sudah menyiapkan grand design yang nantinya akan disempurnakan melalui kajian komprehensif oleh konsultan. PT TNG Diberi waktu selama 6 bulan untuk penataan tersebut. “Pembangunan secara menyeluruh, kalau sekarang penataan nanti akan dibuat kajian komperhensif lalu dibuat pembangunan,” katanya.
Dia mengatakan wisata kuliner Pasar Lama akan mengadopsi akulturasi budaya khas Tangerang seperti pecinaan. “Yah itu kan komperhensif seiring waktu, kalau sekarang menata, menertibkan PKL supaya tidak tercampur tidak seperti kemarin. Nah, sambil jalan, sesuai kajian baru kita bangun,” pungkasnya. (irfan)
























