SATELITNEWS.ID, TANGERANG–Persita wajib menyalakan tanda bahaya. Enam anggota tim Pendekar Cisadane dinyatakan terpapar covid -19. Mereka tidak dapat memperkuat skuad Widodo C Putro ketika menghadapi tim pemuncak klasemen Arema FC di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Selasa (15/2) pukul 19.15 WITA, pada laga pekan ke-25 BRI Liga 1 2021/2022.
Pelatih Kepala Persita Widodo Cahyono Putro mengungkapkan enam pemain dan tiga official terpapar covid-19 jelang laga melawan Arema FC. Namun, dia tidak dapat mengungkapkan nama-nama pemain yang terpapar virus tersebut.
“Ada beberapa pemain yang tidak bisa kami turunkan karena dari hasil PCR mandiri ada yang reaktif. Jadi ada 6 pemain dan 3 official. Tapi nama-namanya nanti mungkin bisa dilihat siapa yang tidak masuk line up, itu mereka yang tidak bisa main. Jadi itu yang saya informasikan untuk sementara ini,” ujar Widodo Cahyono Putro, Senin, (14/2).
Kehilangan enam pemain membuat Widodo harus memutar otak lebih keras. Dia harus mempersiapkan rotasi pemainnya agar mampu tampil kokoh ketika menghadapi Arema FC.
Menurut Widodo, Persita berharap bisa mengulang sukses menahan imbang Arema FC seperti pada putaran pertama lalu. Ketika itu, Persita menahan Arema FC dengan skor 2-2 di Yogyakarta, Oktober 2021.
“Kami sudah mempersiapkan dan secara keseluruhan ya baik fisik, taktikal maupun dari sisi psikologi pemain. Karena sisi psikologi ini sangat penting,”ujarnya.
Widodo mengakui Series 4 yang digelar di Bali ini jadi salah satu series terberat selama penyelenggaraan kompetisi.
“Memang di Series 4 ini sangat berat yang kami rasakan, mungkin bagi tim-tim lain. Karena dari bukan dari sisi cedera, dari sisi taktikal tapi yang lebih jelas itu dari sisi psikologi pemain. Karena hampir satu bulan lebih kita juga di sini. Tidak ketemu keluarga juga, yang itu yang mungkin memberatkan buat kami. Tapi apapun yang kita lakukan, kami sudah koordinasi dengan pemain dan pemain siap untuk setiap pertandingan,” ungkapnya.
Lantas bagaimana trik Widodo untuk tetap menjaga motivasi pemain? “Ya mungkin pendekatan kepada pemain ya dan terus dalam sesi latihan memang kita ada sesi fokus di taktikal, fokus di fisik tapi ada lain lagi, fokusnya di fun games. Jadi mereka tidak boring, tidak jenuh dalam menghadapi latihan. Itu yang selama ini salah satunya yang kami lakukan untuk menghadapi Series ke 4 ini,” kata pelatih yang telah mengarsiteki Persita sejak 2019 lalu ini.
Widodo hanya berharap, sisa pemain yang bisa diturunkan, semua dalam kondisi prima.
“Tentunya kami sudah mempersiapkan karena kita juga ada 26 pemain. Dan kami sudah mempersiapkan kalau ada terjadi cedera atau yang terpapar mudah-mudahan di besok pemain full bisa main, yang tersisa,” ujarnya.
Pelatih kelahiran 8 November 1970 ini menyadari kekuatan lawan yang sangat baik. Tapi kata Widodo, tidak ada yang tak mungkin di sepak bola. Semua bisa terjadi.
“Dan untuk melawan Arema tentunya kami pahamlah, kami tahu Arema itu tim bagus juga. Tapi di lapangan itu tidak ada hal yang tidak mungkin. Seperti kemarin juga Persiraja bagus memberi perlawanan Arema. Tapi di lapangan itu saya pikir, saya berpikir koordinasi ke dalam tim kita sendiri. Bagaimana cara kita mengatasi perlawanan mereka dan bagaimana kita keluar untuk menyerang. Dan saya harapkan beberapa kita sudah kemarin di pertandingan kemarin terakhir kita sudah memberikan, membuat peluang, beberapa peluang, di situ kita juga harus memanfaatkan sekecil apapun bisa menjadi gol. Saya harapkan ini perbaikan-perbaikan yang sudah kami lakukan akan kita konversikan melawan Arema,”jelasnya.
Bek kanan Persita, Muhammad Toha juga menyebut rekan-rekannya sudah siap menghadapi pertandingan terlepas dari 6 pemain yang terpaksa absen.
“Kalau untuk persiapan dan kondisi terakhir teman-teman insyaAllah pada kondisi semua sehat. Tapi ada beberapa yang reaktif. Tapi di sisa pemain yang sehat ini mudah-mudahan siap utnuk pertandingan besok. Untuk motivasi pertandingan besok ya kita insyaAllah pengin menang ya. Karena memang ingin memperbaiki klasemen juga biar semakin naik lagi ke atas. Mudah-mudahan diberi kemudahan dan lancar gitu besok. Amin” katanya.
Ditanya tentang siapa pemain depan atau sayap Arema yang harus diantisipasi secara khusus, Toha menyebut dua nama.
“Kalau melihat pertandingan sebelumnya sih saya melihat yang di sayap kiri itu ada si Ryan ya. Ryan Kurnia memang bagus, punya dribble bagus dan dia diambil dari Liga 2 juga kemarin dan pernah sama-sama juga dia di Persita dulu. Dan ada Dendi Santoso juga, yang punya kecepatan juga, pegang bola bagus. Ya mereka punya pemain-pemain baguslah di Arema. Tapi insya Allah kita bisa memberikan antisipasi ya, itu dari pelatih juga bagaimana cara untuk mengantisipasinya,”pungkasnya. (gatot)