SATELITNEWS.ID, SERANG—Pengurus Esports Indonesia (ESI) Kabupaten Serang dan Cilegon buka suara terkait tak dipertandingkannya cabang olahraga esports pada even Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Banten di Kota Tangerang. Mereka mengaku kecewa lantaran ajang bergengsi seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Sea Games, esports sudah diakui dan dipertandingkan. Sedangkan di Porprov Banten malah ditiadakan.
“Kami jelas sangat-sangat kecewa. Saat ini atlet e-sport tengah berlatih dan mempersiapkan diri untuk pelatnas Sea Games. Sedangkan Porprov yang seharusnya bisa jadi ajang atlet Banten unjuk kemampuan malah ditiadakan,” ucap Ketua ESI Kabupaten Serang, Rendi Aditya seperti dilansir Sultan TV, Kamis (3/3/2022).
Rendi mengaku, ESI Kabupaten Serang telah melakukan persiapan mengikuti Porprov Banten sejak tahun lalu. “Saat ini kita sudah melakukan kualifikasi. Semua aspek dari atlet, coach hingga analis sudah sangat bekerja keras agar putra daerah bisa mengharumkan nama Banten. Kalau ternyata e-sport ditiadakan di Porprov kami merasa yang sudah kita lakukan ini sia-sia,” tuturnya.
“Jika e-sport tidak ada di Porprov, kami alihkan konsentrasi dengan mempersiapkan ke kompetisi lain seperti PON. Intinya kami tetap mencoba mengharumkan nama Banten di kancah e-sport,”
Hal senada diungkapkan Ketua Umum ESI Kota Cilegon, Vander Liguna. Ia sangat menyayangkan hilangnya esports dari Porprov Banten. Padahal, menurutnya, atlet esports Banten sudah diakui di tingkat nasional. “Di nasional e-sport Banten di akui, sedangkan di rumah sendiri, di Porprov kita malah gak ada. Jelas kecewa lah kita,” ucap Vander.
Pihaknya mempertanyakan alasan mengapa esports ditiadakan dalam kompetisi olahraga provinsi itu. “Kita sudah mempersiapkan atlet tapi tiba-tiba kok malah tidak dipertandingkan di Porprov, ada apa? Event ini sudah ditunggu-tunggu. Kita minta e-sport ini jangan dipolitisasi lah,” katanya.
Baca Juga: Gaji PPPK Paruh Waktu di Banten Tidak Boleh Lebih Rendah dari Honorer
Vander menilai ajang kompetisi tingkat provinsi amatlah penting, karena di ajang Porprov dapat menjaring atlet daerah untuk dibina dan dipertandingkan di tingkat yang lebih tinggi. “Sebetulnya di Porprov kita bisa melihat potensi esports di setiap kabupaten-kota. Kan bisa jadi ajang evaluasi atlet esports Banten, divisi mana aja setiap daerah yang unggul, nantinya potensi ini bisa kita mainkan di ajang yang lebih besar seperti PON atau Sea Games,” paparnya.
Meski demikian, Vander menambahkan, seluruh pengurus ESI se Provinsi Banten masih berharap esports dapat disertakan dalam ajang Porprov Banten ke VI. “Di Cilegon sudah ada atlet esports nasional, jadi potensinya memang ada. Sayang kan kalau tidak ada esports di Porprov? Kita tidak bisa melihat perkembangan atlet kita,” katanya.
“Kita mau memperjuangkan supaya esports diakui, kita tetap mengupayakan supaya masuk Porprov,” pungkasnya.
Sementara itu, seperti diberitakan Satelit News, KONI Banten telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Cabang Olahraga (Cabor) yang dipertandingkan di Porprov VI Banten. SK tersebut telah dikeluarkan oleh KONI Banten awal pekan lalu sesuai dengan keinginan KONI Kota Tangerang yakni mempertandingkan 42 cabor dan 52 disiplin cabor.
Sekretaris Umum KONI Banten Koswara Purwasasmita mengatakan akan mempertandingkan sesuai dengan usulan awal yang disampaikan KONI Kota Tangerang pada Mei 2022. Ditambahkan Koswara, SK Cabor telah ditandatangani oleh Ketua Umum Edi Ariadi, Senin (28/2) dan sudah dikomunikasikan dengan Sekretaris Umum KONI Kota Tangerang Warta Ginting dan akan diambil langsung.
“Sudah, sudah jadi SK Cabor sebelumnya akan kami kirim ke KONI Kota Tangerang tapi setelah komunikasi dengan Sekum KONI Tangerang pak Warta akan diambil langsung. Kami menunggu, tapi kalau tidak ada yang ambil akan kami kirim ke Kota Tangerang,” ungkap Koswara.
Baca Juga: Imbas Anggaran Tersendat, Operasional 62 SPPG di Kabupaten Tangerang Distop Sementara
Koswara mengatakan pihak KONI Banten memahami benar kebutuhan KONI Kota Tangerang terkait SK cabor tersebut terutama untuk memenuhi tahapan persiapan Porprov. KONI Banten memastikan tahapan yang akan dilakukan setelah keluarnya SK cabor masih sesuai dengan perubahan peraturan pelaksanaan Porprov terkait pendaftaran peserta.
Dimana untuk pelaksanaan entry by sport (pendaftaran cabor), entry by number (pendaftaran nomor pertandingan) dan entry by name (pendaftaran atlet) dalam perubahan aturan ditetapkan dilakukan 8 bulan, 6 bulan dan 4 bulan. Jika pelaksanaannya pada November dikemukakan Koswara, maka entry by sport bisa dilakukan pada akhir Maret.
Sementara itu terkait pelaksanaan Porprov VI Banten, Arsani Maidi Wakil Ketua Umum I KONI Kota Tangerang menyatakan pihak Kota Tangerang sudah menetapkan pelaksanaan multi even olahraga provinsi Banten itu pada bulan November. Tepatnya, diungkap mantan ketua harian Pengprov FPTI Banten akan dilaksanakan pada 11 November 2022.
“Ya, kami sudah menetapkan tanggal 11.11.22 sebagai pelaksanaannya, kita pun sudah melakukan hitung mundur pelaksanaannya. Mulai hari ini (kemarin) tinggal 259 hari lagi,” ungkap Arsani.
Sejauh ini Kota Tangerang dikemukakan Arsani sudah menyiapkan segala sesuatu untuk bisa menggelar Porprov VI sesuai waktu. Setelah SK cabor didapat, pihaknya akan melanjutkan tahapan pada persiapan pembuatan aturan cabang olahraga dan menetapkan Technical Delegate (TD) atau delegasi teknik untuk masing-masing cabor. (dm)
