SATELITNEWS.ID, TANGERANG-Forum Himpunan Mahasiswa Tangerang (Himata) meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang segera mencarikan pengganti Dirut Perumda Pasar NKR, yang kini di-Plt-kan oleh Ashari Asmat Dirops Perumda Pasar NKR.
Ketua Forum Himata Eka Mahatva Yuda mengatakan, bahwa saat ini Dirut Perumda Pasar NKR Kabupaten Tangerang masih dijabat oleh PLT, yaitu Ashari Asmat yang merupakan seorang Dirops Perumda Pasar NKR Kabupaten Tangerang, buntut dari viralnya video eks Dirut Perumda Pasar NKR yang pamer uang di salah satu platfrom Sosial Media (Sosmed).
Maka dari itu, Eka meminta agar Pemerintah Kabupaten Tangerang bisa segera mencarikan pengganti untuk posisi Dirut Perumda Pasar NKR. Hal itu agar Perumda Pasar NKR bisa kembali maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Harapan kami juga Dirut Perumda Pasar NKR Kabupaten Tangerang, nantinya adalah orang yang paham untuk pengembangan secara bisnis, memiliki kompetensi yang baik, sudah paham betul tentang kondisi keadaan lapangan, dan berkomitmen untuk bekerja, serta bisa menjaga martabat Kabupaten Tangerang,” kata Ketua Forum Himata Eka Mahatva Yuda, dalam keterangan tertulisnya kepada Satelit News, Minggu (6/3).
Menurut Eka, kejadian pada video yang viral pamer uang tersebut, harus menjadi pelajaran penting untuk Pemerintah Kabupaten Tangerang, agar bisa memastikan para Aparatur Negeri Sipil (ASN) dan jajaran direksi (Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk bekerja dengan baik.
Eka juga meminta, agar hasil pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat kepada Dirut Perumda Pasar NKR sebelumnya bisa dibuka ke publik sebagai dasar untuk melihat kinerja Perumda Pasars ebelumnya, sehingga bisa menjadi bahan untuk evaluasi tata kelola Perumda Pasar NKR kedepannya.
Baca Juga: Lahan Eks Pasar Kragilan Digugat di Pengadilan, Majelis Hakim Periksa Objek Sengketa
“Kami apresiasi juga langkah cepat Pak Bupati Zaki Iskandar menindak kejadian tersebut dan segera mengeluarkan surat edaran untuk para ASN, dan pegawai BUMD untuk tetap menjaga etika dan moral dalam bermedia sosial. Semoga kedepannya tidak ada kejadian seperti itu lagi di Pemkab Tangerang,” pungkasnya. (alfian/aditya)
























