SATELITNEWS.ID, LEBAK—Pupus sudah harapan keluarga melihat Jamaludin menjadi raja sehari dengan sang kekasih. Pasalnya, pria yang baru berusia 21 tahun itu menjadi korban pembataian Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua beberapa hari lalu. Kini pihak kelurga hanya bisa pasrah dan menunggu kedatangan jenazah di kampung halamannya di Pasir Eurih, Desa Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Berdasarkan informasi, Jamaludin (21) dilaporkan menjadi satu dari delapan karyawan PT Palapa Timur Telematika (PTT) yang menjadi korban kebrutalan KKB di Papua saat memperbaiki tower Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel. Kabar tersebut menjadi duka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Pasalnya anak ketiga dari lima bersaudara tersebut kurang lebih dua tahun bekerja di perusahan itu. Nasib berkata lain, pundi-pundi uang yang dikumpulkan Jamaludin untuk meminang sang kekasih kandas setelah menjadi korban pembantaian KKB.
“Rencananya minggu ini atau setelah pulang dari Papua akan menikah. Tapi pulang tinggal namanya doang setelah karang bunga tiba di rumah,” kata Nurhidayat salah satu keluarga korban, melalui telepon selulernya, kepada wartawan.
Jamaludin lulus sekolah tahun 2019, dan langsung mendapat ajakan dari saudaranya yang sudah lebih dulu bekerja perusahan tersebut. Jamaludin yang merupakan anak yatim setelah ditinggal sang ayah Asmar yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di Jakarta. Menurut keluarga mengambil kesempatan itu sebagai penyambung hidup di masa depannya.
“Sebelum kejadian sempat komunikasi dengan kekasihnya (warga Serang). Kamis 3 Maret 2022 kami (keluarga) mendapat kabar bahwa Jamaludin menjadi salah satu korban pembantaian KKB di Papua. Kelurga masih menunggu kedatangan jenazah untuk bisa segera dikebumikan,” imbuhnya.
Kepala Desa Mekarsari, Iwan Sopiana membenarkan ada warga Mekasari jadi korban KKB. Jasadnya belum datang karena masih proses evakuasi. “Ia (Jamal) merupakan anak yatim, sebab orangtuanya waktu itu meninggal dalam kecelakaan kerja,” kata Iwan saat ditemui di kantornya di Jalan Cikande-Rangkasbitung, Papanggo Kecamatan Rangkasbitung. “Namun untuk lebih jelasnya soal teknis kedatangan jenazah saya juga kurang tahu. Tapi kita masih menunggu kedatangan jenazah,” timpalnya.(mulyana)
Baca Juga: Kontak Tembak di Yahukimo, Tiga Anggota KKB Tewas




















